Skip to main content

Suka Duka Bersaudara Kembar part 2

#OPEy2020Day08

#senyum_sikembar

.

Suka Duka Bersaudara Kembar Part 2

.

Oleh: Yumna Umm Nusaybah

(Member Revowriter London) 

.

"Ayo, DM kesini semua...visite bedside" ujar dokter senior kami. 

.

Visite pun di mulai dari bangsal pasien laki-laki di instalasi Rawat Inap Paru lantai 2. 

.

Setelah visite selesai, semua DM mengambil tempat duduk sendiri sendiri. Membaca dan mempelajari status (rekam medis) pasien yang dialokasikan untuk mereka masing masing.

.

Aku pun demikian. Setelah selesai tugas pagi, aku lanjutkan istirahat makan siang dan sholat. Sebelum makan, aku mencuci tangan di wastafel bangsal laki-laki. Saat cuci tangan, tiba tiba...


"Krak...Byuur!" Kran patah dan lepas dari tempatnya. Air memancar deras kesana kemari. Sambil panik aku coba betulkan. Pasien yang duduk di sebelah tempat cuci tangan nampak memperhatikan.

.

Aku kuatkan putaran sekrupnya. Phew. Akhirnya buncahan air bisa aku hentikan.

Puas dengan hasil kerjaku. Aku pergi meninggalkan bangsal untuk cari makan siang.

.

Keesokan harinya.

.

Saudara kembarku mendahuluiku memasuki bangsal yang sama. Kudengar dari balik dinding seorang pasien memanggil manggil, 


"Susteer...Susteer...ini loh DMnyaa. Sus...cepat kesini."


Si Mbak DM (alias saudara kembarku) 😜menengok disekelilingnya sembari bingung dengan teriakan pasien yang menunjuk ke dia.

.

Dari jauh nampak seorang suster berlari dengan tergopoh gopoh. Dengan nada marah berujar, 

.

"Ooh jadi ini tho DM yang ngrusak kran wastafel di bangsal pria! Hayo ngaku saja! Pasien ini yang jadi saksinya. Bapaknya bilang ada DM yang kemarin cuci tangan lalu krannya rusak, air lari kemana mana dan dia enak ngacir aja."

.

Pucat pasi Mbak DM dibuatnya. Dia cuma bilang, "Maaf Sus...kayaknya salah orang. Saya nggak merusak kran di bangsal ini."

.

Si pasien pria tetap ngotot, "Bener Sus...ya ini DM yang saya lihat kemarin."

.

Suster ikut nimpalin, "Hallah! Alesan! Kalau sudah berbuat salah tuh mbokya ngaku! Nggak usah mencoba membela diri."

.

"Beneran Sus...mungkin kembaran saya yang kemarin mematahkan krannya" Mba DM berusaha menjelaskan. 

.

Dari balik pintu aku merasa bersalah karena kembaranku jadi korban kecerobohanku. Rasanya ingin sekali berdiri menghadap sang suster dan mengakui kesalahan. Eh tapi kok nggak ada nyali sama sekali.

.

Akhirnya, kuputuskan untuk tetap sembunyi 😅. And the rest is a history. 

.

Ibrah. 

.

1. Kalau berbuat salah, mengaku sajalah. Karena akan ada orang lain yang menjadi korbannya. Jangan contoh diriku ya 🙂

.

2. Kadang berkata jujur memang beresiko (minimal kena marah) tapi sepahit apapun, harus berani. Jangan jadi pecundang (kayak diriku Hihi). Plus wastafelnya kan jadi bisa diperbaiki dan bisa dipakai kembali.

.

3. Untuk para suster di Rumah sakit, please deh! Jangan garang dan kejam sama DM. Mereka juga manusia yang takut kalau dimarahi. 

.

4. Biasakan untuk tidak "reaksioner alias marah" jika ada kesalahan yang tak disengaja. Ciptakan suasana yang mendorong agar kejujuran dijunjung tinggi.

.

5. Semoga Allah ﷻ mengampuniku

.

London, 8 Januari 2020

.

#OPEy2020bersamaRevowriter

#Revowriter

#KompakNulis

#KisahDariInggris

#GeMesDa

#OnePostEveryday

#MutiaraUmmat

#GoresanYumna

Comments

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه و تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...