Skip to main content

Berani tampil beda

#OPEy2020Day06

#Motivasi_Part5

.

Berani Tampil Beda

.

Oleh: Yumna Umm Nusaybah

(Member Revowriter London) 

.

Siapa yang tidak kenal Bill Gates? seorang pebisnis ternama. Kaya raya. Suka berderma. 

.

Siapa yang tak kenal Richard Branson? Pemilik perusahaan ternama, Virgin. Menguasai berbagai lini perdagangan. Dari transportasi, komunikasi hingga keuangan.

.

Siapa yang nggak tahu Alan Sugar? Business taycoon dari London timur. Punya program spesial The Apprentice di BBC One sejak 2005. Mencetak entrepreneur beromset milyaran.

.

Ketiganya memiliki kesamaan. Mereka sama sama putus sekolah. Sama sama tidak pernah mengenyam bangku kuliah. Namun harta melimpah. Membuat orang terperangah. Jangan dihitung kekayaannya dengan mata uang rupiah. Dijamin bikin muntah 🙂

.

Pasti pertanyaan kita, kok bisa ya? Apakah mereka kaya karena warisan? Bukan. Mereka kaya karena tekun bekerja. Tentu juga karena garis Rezeqinya memang demikian. Namun yang menarik bagiku adalah pernyataan Richard Branson di portal berita CNNMoney. Dia mengatakan,


"I was seen as the dumbest person at school. The idea that I could be successful didn't dawn on me."


Saya dulu dianggap sebagai orang paling bodoh di sekolah. Ide bahwa saya berpotensi menjadi orang sukses tidak pernah saya sadari.

.

Richard Branson memang memiliki disleksia. Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat. Jadi akademik dan sekolah bukanlah kelebihannya. Namun Branson memang memiliki kelebihan di bidang bisnis. Ide-idenya cemerlang. Produknya banyak mengguncang pasar. Dia tak takut membuat gebrakan. Bayangkan! Sekarang ini Branson sudah membentuk proyek baru yang disebut Virgin Galactic. Apa itu? Proyek yang memberikan kesempatan kepada para tajirun dan tajirin untuk bisa menikmati commercial space travel. Mereka cukup membayar 100 ribu poundsterling dan Virgin Galactic akan mengajaknya melangkah buana di suborbit yang sudah masuk ruang angkasa. Jadi mereka benar benar melayang tanpa gravitasi. 

.

Jadi ya sudah pernah jadi turis di Amerika, Jepang, Eropa, Kanada, bahkan ujung dunia Islandia, jangan puas dulu ya kalau belum ke ruang angkasa naik Virgin Galactica 😬

.

Menurutku, apa yang membuat Virgin berhasil adalah prinsip dagangnya, 


"Virgin only enters an industry when we think we can offer consumers something strikingly different that will disrupt the market.”


Virgin (perusahaan Richard Branson) hanya memasuki sebuah industri jika kami bisa menawarkan sesuatu yang benar benar berbeda dan akan mengguncang (mengacaukan) pasar.


Pernahkah upaya dia mengguncang pasar gagal? Pernah! Saat dia berusaha menyaingi Coca Cola. Dia simpulkan, produk Virgin Cola tidak unik dan istimewa. Karenanya dia gagal mengguncang monopoli Coca Cola. 


Lalu apa kesimpulannya?


1. Keberhasilan tidak identik dengan jenjang pendidikan.  


Ada banyak sarjana malah nganggur. Ada juga jebolan SMA malah memberi pekerjaan kepada para mantan mahasiswa. Rezeqi itu sudah ada porsinya. Kalau begitu tak perlu bersusah payah kuliah lah! Ya nggak begitu juga. Kuliah harus dengan tujuan meningkatkan kemampuan berfikir analitis, obkyetif, kritis dan praktis. Itu kalau kuliahnya sungguh-sungguh. Bukannya malah dijadikan ajang cari ‘gebetan’ saja. Yang mampu kuliah, jadikan ini kesempatan sebaik-baiknya. Yang nggak pernah kuliah, jangan minder karena kemampuan menyelesaikan persoalan built-in dalam setiap orang. 

.

2. Tahu sekaligus percaya bahwa dibalik kekurangan, pasti ada kelebihan. 

.

Membaca dan akademis lainnya mungkin bukan kelebihan Branson namun hal ini dikompensasi dengan ketajaman insting bisnisnya. Demikian pula kita, ada yang pandai mengorganisir sebuah perhelatan akbar, ada yang bagus di depan layar, ada yang pandai menarik perhatian (mengumpulkan masa). Jika kita jeli, pasti kita bisa melihat kelebihan kita dan memanfaatkannya untuk meraih surga. 


3. Berbeda bukan berarti hina. 


Dare to be different!

Dare to challenge the norm

Break out from the trend!

Create change by becoming the pioneer!

Itulah kira-kira mantra Branson-nya. Dia berani mengambil resiko demi mengguncang dunia. Menawarkan hal yang belum pernah ada. Tentu dengan harga yang menggila. Buktinya hingga kini sudah panjang antreannya. 


Beginilah seharusnya mental pejuang Islam. Tak hanya pengemban dakwah. Tapi siapa saja yang peduli kepada Islam dan tingginya kalimatullah. Kita bercita-cita mengembalikan Islam sebagai satu-satunya solusi. Ini gebrakan yang pasti akan mengguncang. Siapkan mental. 


Entah dia menjadi kaum minoritas di luar negeri atau mayoritas di dalam negeri. 

Islam yang sohih kini nampak asing. Bukankah Rasulullah ﷺ pernah bersabda?


DariAbu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


‎بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ


“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).


Pemeluknya yang setia dianggap radikal. Penganutnya yang serius dianggap mempersulit diri sendiri. Dalih mereka “Padahal Islam kan mudah dan memudahkan, ngapain ambil yang sulit?” Apa iya? Jangan jangan ini dalil ‘katanya’. Mudah itu relatif. Orang yang kadung cinta sekonyong koder sama Rabbnya pastilah semua terasa ringan, dan mudah di terima. 

.

Bagaimanapun juga tak bisa dipungkiri bahwa untuk memegang Islam dengan kuat apalagi di dunia barat memerlukan mental baja. Kita faham bahwa kita harus Tawakkal. Kita tahu bahwa kita harus takut hanya kepada Allah ﷻ. Tapi jika kekuatan iman ini juga didukung dengan kekuatan mental untuk berani tampil beda. Berani menyuarakan opini yang kontroversial namun benar. Berani mengambil posisi di garda depan demi kebangkitan. Maka gebrakan itu akan segera diadopsi oleh ‘pasar’ aka ummat Islam 


‘Success comes from standing out and not fitting in’ (Don Draper)


Branson adalah contoh kesuksesan dunia karena keberaniannya mengambil keputusan-keputusan penting dan besar. Tak menyerah menjalani pahit getirnya proses. Memang kesuksesan bagi seorang muslim tidak diukur dengan banyaknya harta. Banyaknya kunjungan ke tempat wisata. Banyaknya bawahan dan karyawan. Kesuksesan sesungguhnya adalah ketika Rabb kita tersenyum menyambut kita memasuki Surga yang telah Dia siapkan. Spesial untuk kita semata. Betapa mulianya. 

.

Karenanya, bersabarlah di jalan dakwah. Tekuni dan jalani tanpa pernah menyerah. 


Semoga Allah ﷻ menjadikan kita semua penduduk surga. Amin


London, 6 Januari 2020


#OPEy2020bersamaRevowriter

#Revowriter

#KompakNulis

#KisahDariInggris

#Islam

#GeMesDa

#OnePostEveryday

#MutiaraUmmat

#GoresanYumna

Comments

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه و تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...