Skip to main content

Frendship is A Two Way Street

#OPEy2020Day22

#goresanyumna

.

Friendship is a Two Way Street

.

Oleh: Yumna Umm Nusaybah

(Member Revowriter London)

.

Sambil tersedu Salihah (bukan nama sebenarnya) menuturkan, “It’s very sad. What’s happening now is not how I envisioned. I intended to help her but now it’s coming back to bite me” (Menyedihkan sekali. Apa yang sekarang terjadi tidak seperti yang aku bayangkan. Niatku berbuat baik justru kini menikamku)


Demikian penuturan seorang teman. Wanita bercadar dengan 6 orang anak. Dia sendiri yang meminta suaminya untuk menikahi teman dekatnya. Janda cerai beranak tiga. Ada rasa kasihan terhadap sang janda. Semula suaminya tidak tertarik. Namun temanku terus meyakinkannya. Bahwa semua akan baik baik saja. Kini kebaikan yang dia tawarkan berubah menjadi racun. Yang harus dia cari penawarnya. Isteri baru itu lebih senang keluar bersama para sosialita. Berfoya-foya. Alasannya sederhana: menghilangkan depresi. Saat yang sama dia sengaja meninggalkan anak-anaknya kepada isteri pertama. Wanita yang telah membantunya keluar dari belenggu kesusahan ekonomi. Dari jiwa yang kesepian. Dari kungkungan penyakit mental. 

.

Kami yang mendengar penuturannya hanya ternganga. Bagaimana dia bisa meminta suaminya mencari madu untuknya? Begitu solidkah hubungan pernikahan mereka? Sampai-sampai dia begitu yakin jika suaminya akan tetap cinta. Percaya jika suaminya akan berlaku adil meski telah mendua. Betapa sempurna keimanan isteri pertama. Dia ingin memberikan kebahagiaan yang sama bagi saudaranya. 

.

Rasa kekaguman dalam sekejap berubah menjadi kasihan.

.

Kok bisa kecolongan? B

Comments

Popular posts from this blog

Beautiful British Columbia Part 1

Ini hasil jepretan ku hari sabtu kemarin....Alhamdulillah kami berempat, my twin, her hubbby, her son and daughter pergi bareng2 ke Waterfront, Cypress mountain (tempat sky) Horsehoe bay (port yang cantik), Stanley park, melewati Lion Gate (semacam jembatan di Bosphorus - Tureky) dan juga Squamish (ada air terjunnya). aku berhasil mengumpulkan 200 pics alhamdulillah! puaaaaassssssssssssss

Pemandangan selama naik Ferry Vancouver- Victoria

Poto ini aku ambil saat naik boat berangkat ke Victoria...sedang sunssetnya saat balik ke Vancouver....SubhanAllah....what a incredible view!

Rambutan = Hairy??

Siang itu, habis pulang dari ngajar di East Ham, aku mampir ke toko India langgananku. berbunga bunga sekali karena aku melihat buah rambutan yang sudah hampir 3 tahun tidak aku ingat rasanya. ada juga manggis disana, yeah ..this is the True London Man!, everything you want you'll get it as long as you have money....believe or not rambutan 8 biji seharga £1.28 alias 21.000 rupiah. artinya 1 BIJI SEHARGA Rp.2.720 great or crazy huh????? tapi demi cinta...*cielaaaah* nggak ding, demi rinduku yang menggebu terhadap rasanya buah rambutan, aku beli aja. aku sempet excited dan berbunga bunga ingin menunjukkan buah "aneh" ala Indonesia ke suamiku, salah satunya adalah rambutan. setahuku suami belum pernah lihat buah ini waktu dia ke Indo, belum juga pernah aku lihat blionya makan. so this would be a great time to introduce a new thing to him *dalam hati udah semangat 45* sampai dirumah, suami belum pulang.....pas pulang langsung aku ajak ke dapur, melihat kejutan-ku....eh ...