Skip to main content

Ramadan Dan Sayembara

#RamadanDay23

.

Ramadan dan Sayembara

.

Oleh: Yumna Umm Nusaybah

(Member of Revowriter London)

.

Al kisah ... seorang rakyat jelata. Tak pernah melihat indahnya dunia selain desa tempat tinggalnya. Hidup apa adanya. Kadang kurang dan harus meminta dan menghiba. Agar ada yang bisa dibuat untuk mengganjal perut sekedar saja. Dia tak pernah melihat glamornya Paris. Dia tak pernah menyaksikan indahnya Santorini. Tak pernah dia duduk di restoran mahal dan bergengsi. Jangankan restoran, warung Padang di kota tempat tinggalnya saja belum pernah dia jejaki. Bagaimana dengan rupiah yang melimpah? Boro-boro. Dia benar benar tak punya apa-apa. Yang dia miliki adalah pemberian dan pinjaman saja. Melihat jutaan rupiah adalah perkara susah. Apalagi memilikinya. Bagaimana dengan pasangan tercinta? Pun tak punya! Kesendirian adalah takdirnya. Jangankan meminta seorang wanita menikahinya, berharap saja dia tak kuasa. Membayangkan orang mau menikahinya adalah mimpi sepanjang masa. Semua kenikmatan dunia jauh dari jangkauannya

.

Sampai suatu hari ... ada sebuah sayembara

.

Isi sayembara: siapapun yang bersedia begadang di SEBUAH MALAM, melakukan hal yang diminta. Satu malam itu saja! Maka dia akan mendapatkan semua kenikmatan dunia. Kenikmatan itu tidak hanya bisa dirasakan sehari saja tapi akan bisa dipetik 1000 bulan kedepannya. 

.

Kira kira apa yang dilakukan oleh rakyat jelata tadi? Menolak? Ogah ogahan? Atau justru berlari dan bersegera? Siapapun yang masih bisa berfikir lurus dan normal maka dia akan mengorbankan apa saja untuk bisa ikut sayembara. Kalau perlu dia akan meninggalkan semua yang dia lakukan hanya untuk begadang di malam yang ditetapkan.

.

Inilah Malam Lailatul Qadr. Allah سبحانه و تعالى akan menuliskan ketetapan di malam ini. Tentang kehidupan kita setahun mendatang. Allah سبحانه و تعالى akan menurunkan para malaikat-Nya. Meminta mereka melingkupi ahli ibadah, dan mendoakan serta menyelamati mereka. Apapun yang dilakukan hamba tadi akan dilipatgandakan seolah dia beramal 1000 bulan lamanya. Bahkan lebih! 

.

Jika ada teman, saudara, orang dan tetangga menolak ikut sayembara maka bisa jadi mereka tak tahu akan hebatnya sayembara ini. Bisa jadi mereka sudah merasa tidak lagi jelata dan membutuhkan bimbingan Rabbnya. Bisa jadi mereka tidak tahu kebaikan dan hadiah besar bagi pemenang sayembara. Karenanya, mari ajak mereka. Sadarkan mereka. Tunjukkan kebaikannya. Bersama sama begadang dan mendapat ‘kekayaan’ yang telah dijanjikan Allah سبحانه و تعالى.

.

Bukankah kita lahir ke dunia tanpa apa apa. Semua yang kita miliki adalah pinjaman dariNya. Jikalau bukan karena rahmat Allah سبحانه و تعالى maka tak ada manusia yang mampu meraih harapan dan mimpinya. Semua terjadi BUKAN karena kehebatan si rakyat jelata. Rakyat jelata hanya hamba sahaya. Tak pernah bisa memiliki apapun tanpa izin Nya. Sekarang Pemilik hamba sahaya ini memberi kesempatan untuk meraih kebaikan.

.

Memang bukan liburan ke Spanyol yang akan diterima. Bukan pula tumpukan uang di depan mata. Bukan pula rumah gedong yang tiba tiba jauh dari langit. Bukan pula isteri cantik atau sami ganteng yang tiba-tiba duduk disampinh kita. Bukan kenikmatan dunia yang semu dan fana. Meskipun itu bisa menjadi bonus yang Dia tak keberatan memberikannya. Namun apa yang akan hamba sahaya dapat, lebih baik dari itu semua. AMPUNAN Allah سبحانه و تعالى. 

.

Ampunan itulah yang membuat malaikat tak akan lagi melihat catatan amal buruk kita di hari penghisaban. 

Karena ampunan itu, Allah سبحانه و تعالى akan memasukkan seorang hamba ke surga. 

Karena ampunan itu, Allah سبحانه و تعالى bisa mempertemukan kita dengan para nabi dan RasulNya.

Karena ampunan itu kita bisa menikmati telaga susu, madu yang tak akan pernah ada habisnya.

Karena ampunan itu kita akan bisa memiliki rumah besar seluas mata memandang. Istana gantung yang dibawahnya mengalir sungai sungai. Tak pernah ditemui di dunia. 

Karena ampunan itulah, kita akan bisa bertemu dengan Rabb kita. Pencipta alam semesta! Jika kita ada di surga teratas maka kita bisa memandang Allah سبحانه و تعالى layaknya kita memandang bulan Purnama sehari sekali. 

Inilah kenikmatan yang sempurna!

.

Ayo kita ikuti sayembara ini. Memburu malam 1000 bulan. Dimana segala kebaikan telah dijanjikan. Memburu ampunan yang terangkum dalam doa terbaik baginda ﷺ 

.

‎عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

.

Dari Aisyah ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?’ Rasulullah bersabda, ‘Ucapkanlah: 

.

Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii 

.

(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku).’ (HR. Tirmidzi; shahih)

.

Semoga kita salah satu pemenangnya namun jika kita tak berpartisipasi dalam sayembara itu sendiri maka jangan berharap memenangkannya!

.

London 19 Mei 2020 pukul 12:41 siang 

Ditulis di hari ke-26 Ramadan

.

#GoresanYumna

#Revowriter

#KompakNulis

#GeMesDa

#Covid19

Comments

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه و تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...