Sering kali aku berkata; "Ketika orang memuji milikku";bahwa semua ini hanya titipan,bahwa mobilku hanya titipan-Nya,bahwa rumahku hanya titipan-Nya,bahwa hartaku hanya titipan-Nya.
Tetapi kenapa aku tak pernah bertanya,mengapa DIA menitipkannya padaku?,untuk apa DIA menitipkan ini padaku?,dan kalau bukan milikku,apa yang harus kulakukan untuk milik-NYA ini?,mengapa hatiku justru merasa berat ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Ketika diminta kembali;kusebut itu sebagai musibah,kusebut itu sebagai ujian,kusebut itu sebagai petaka,kusebut dengan pangilan apa saja untuk melukiskan itu adalah derita.
Ketika aku berdoa;kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,aku ingin lebih banyak harta,ingin lebih banyak mobil,lebih banyak rumah,lebih banyak popularitas.Kutolak sakit,kutolak kemiskinan,seolah semua derita hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih-NYA bagiku harus berjalan seperti matematika;aku rajin ibadah,maka selayaknya derita menjauh dariku,dan nikmat dunia kerap menghampiriku,kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,dan bukan kekasih,kumita Dia membalas perilaku baikku,dan menolak keputusan-NYA yang tak sesuai keinginanku,padahal tiap hari kuberucap;hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
Astaghfirullaah...
Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh: Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian Ada yang ingin Allah Ø³Ø¨ØØ§Ù†Ù‡ Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang … Bagi seorang Bunda Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia Bersama l...
Comments