Skip to main content

Arti revowriter bagiku

Supaya Torehan Kata Berbuah Surga

**************************************

Oleh Yumna Umm Nusaybah

.

Menguntai kata dalam tulisan

Layaknya mengurai rasa yang kupendam di lubuk hati terdalam

Menyusun kembali tumpukan ide yang berserakan 

Berkelana di belantara pemikiran yang lebih sering tak kuhiraukan

.

Terbatasnya waktu luang, menyisakan kerisauan

Bisakah aku duduk, satu jam saja?

Akankah tulisanku layak untuk dibaca?

Adakah orang yang merasa mendapat manfaatnya?

.

Sampai akhirnya aku kenal dengan Cikgu Asri Supatmiati

Pendiri Revowriter, emak militan, aktivis, jurnalis, penulis dan sumber inspirasi 

Ilmu literasi beliau bagi

.

Dibarengi lecutan semangat untuk terus berkarya

Menorehkan jejak tinta demi SurgaNya

Karena tulisan adalah warisan terbesar

Dari insan yang peduli masa depan 

.

Sudah menjadi hukum alam

Bahwa setiap hal ada proses belajar

Maka teruslah melangkah meski perlahan

Terbata bata menyusun kata

Bukanlah alasan untuk berhenti mencoba

.

Jika kebatilan saja didanai, difasilitasi dan di kawal oleh media

Sepantasnya pemegang obor kebenaran bermodal taqwa melipatgandakan asa

Untuk menangkis, membenturkan dan meluluh lantakkan

Ide-ide salah nan menyesatkan

.

Meski tulisan serasa masih kaku dan sederhana

Tapi yakinlah bahwa setiap penulis akan selalu punya segmen pembaca


London, 24 April 2019


#miladke7revowriter

#revowriter 

#menulisuntukperadabanmulia

#belajarnulis

#coretandarilondon

Comments

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...