Skip to main content

Posts

Diskusi Merek

Oleh: Yumna Umm Nusaybah  . Pulang sekolah si sulung cerita... . Nusaybah: “Mama, do you know what is Gucci?” . Glodhak!!! Pertanyaan ini menyiratkan dua hal. Nusaybah menganggap si emak kagak ngarti atau dia pingin tahu apa itu Gucci.  . Untuk sementara emak pasang aksi oon alias sok ga tahu demi mencari akar masalah (ciyah!!). Maklum sodara sodara, emak jarang banget bicara merek. . Me:”ermmm...what is Gucci?” (Apa tuh Gucci?) . Nusaybah:” hah?!! You don’t know Gucci, Mama?? That is an expensive brand” (hah, mosok ga tahu Gucci Mama? Itu loh merk yang harganya mahal) . Me:”Really?How do you know?” (Kok Tahu?) . Nusaybah:”My friend told me. R*** (nama temannya) screamed (out of excitement) when she saw Z*** has a Gucci keyring. R said it’s a very expensive brand. So all the girls were amazed by it.” (Temanku yang bilang. Si R menjerit saat melihat Z punya gantungan kunci Gucci. R bilang ini barang mahal. Semua temanku perempuan heran). . Me:”Aha...I see. That’s how the discus...

Kekuatan Manusia

Oleh Yumna Umm Nusaybah Member Revowriter, London Ada sebuah ungkapan yang membandingkan antara samudra dan genangan air* . Samudra dalamnya tak terukur. Meski tenang namun mampu menghanyutkan. . Genangan air tidak berombak, tenang dan tidak beranjak. Namun sekali pijak akan musnah tak berbekas.  . Samudra tidak akan pernah kering meski musim panas datang. . Genangan air hanya ada di musim hujan, kalaulah ada akan segera menguap saat panas mendera. . Demikian sebenarnya kekuatan mental seseorang. Orang menyebutnya “mental strength”  . Orang yang bermental baja bukanlah genangan air. Mereka adalah samudra.   . Mereka tidak akan tergoyahkan berubahnya cuaca dan suasana.  . Mereka tidak akan terpengaruh oleh trend yang menyeret semua orang tanpa pandang bulu.  . Mereka tidak akan depresi hanya karena komentar sana sini.  . Mereka tidak akan menjual harga sebuah diri apalagi Aqidah demi ‘likes dan thumbs up’.  . Mereka mampu memilih dan memilah. Mana yang ...

Untukmu Yang Sudah Setia

Oleh: Yumna Umm Nusaybah . . Kau tak banyak berkata kata Sekalinya berucap, penuh dengan ukiran makna Jikalau dulu aku bisa nikmati suaramu Kini, lebih banyak kubaca ketikanmu . . Cintamu yang tulus, bisa sangat aku indera Teraba dan menusuk jiwa Keikhlasanmu dalam mencintai Menjadi panutan bagi diri ini . . Berpuluh puluh purnama lewat tanpa kita bersua Namun hangatnya pelukanmu masih selalu terasa  Cintamu selalu mengantarkan kaki ini Menapak dan berlari untuk menemui Meski hanya untuk separuh hari . . Dahulu... Berdua di kamar, kita diskusi panjang Belajar bersama memaknai kehidupan  Kau membersamaiku di pahit getirnya kehidupan Kau menguatkanku dan mengingatkanku untuk terus berjuang . . Mungkin banyak pilihan hidupku yang tidak senada denganmu Banyak prioritasku yang tidak se-ideal harapanmu Kau tahu sifat dan karakterku yang masih perlu di rubah Namun kau tak pernah putus asa dan tak pernah lemah Dalam mengingatkan tanpa menggurui Mengingatkan tanpa menghakimi Mengingatk...

Komunikasi dalam Rumah Tangga

#Day3 "Tulisan ini untuk menyemarakkan #RevowriterWritingChallenge. Tulisan ini dibuat atas tantangan dari Mba Hesti Rahayu dan aku akan menantang salah satu dari temanku untuk menulis di akhir tulisan ini." ***************************** Komunikasi dalam Rumah Tangga  Oleh Yumna Umm Nusaybah Member Revowriter London . "Salam Sis...can I call you please? I really need your help." . Deg! Kalau ada SMS singkat, padat jenis beginian, ga tega banget menunda. Meski sedang repot biasanya aku tinggalkan semuanya. Ada urgensi dan kepanikan dalam kalimat tersebut dan feelingku biasanya terbukti benar. Demikian juga hari itu. . Aku langsung telpon dia. Sebut saja namanya Laila (bukan nama asli). Perkenalan kami cukup singkat. Dalam hitungan bulan Laila telah memberiku kepercayaan menjadi tempat curhat masalah rumah tangganya. Memang ini bukan kali pertama dia mengontak aku dengan nada yang hampir sama. Hari itu, dia menangis sejadi jadinya. Dia mempertimbangkan untuk lari dari...

Percaya Diri

#Day2 "Tulisan ini untuk menyemarakkan #RevowriterWritingChallenge. Tulisan ini dibuat atas tantangan dari Wiwin Erwina dan aku akan menantang salah satu dari temanku untuk menulis di akhir tulisan ini." ***************************** Percaya Diri Oleh Yumna Umm Nusaybah Member Revowriter London . Once upon the time...Di desa Antah Brantah. Lahir seorang anak perempuan dari seorang ibu yang bermimpi besar. Ibu yang masih grothal grathul membaca Al Quran. Bapak yang juga masih belajar. Sang ibu bermimpi besar supaya puterinya mampu mengkhatamkan tilawah Quran sebelum lulus SD. Sang ibu ingin puterinya jago berorasi bicara tentang agama. Sang ibu selalu ingin anaknya menjadi juara kelas. Sang ibu bermimpi puterinya menyabet juara di setiap lomba Musabaqah Tilawatil Quran. Mimpi yang sederhana. Namun untuk orang desa, mimpi ini sangat visioner.  . Siapa sangka mimpi itu membawa berkah karena sang anak ditakdirkan menjadi guru ngaji di sebuah Madrasah di London. Mengajar tilawah, ...

Jatuh Cinta di Ketikan Pertama

Tulisan ini dalam rangka memeriahkan #RevowriterWritingChallenge dan menjawab tantangan Mba Erika Kartini di Jepang. Di bagian akhir tulisan akan ada tantangan bagi yang tersebut namanya.  ***************************** Jatuh Cinta di Ketikan Pertama Oleh Yumna Umm Nusaybah Member Revowriter London . Pernah kan mendengar istilah jatuh cinta pada pandangan pertama? Tentu. Tak heran dan tak jarang. Meski sebenarnya masih saja aku mencoba mengerti kok bisa? Mungkin seperti ‘pandangan’ emak emak melihat sayur segar, baju hari raya, atau korden bagus kali ya. Sekali melihat, hati ini tidak bisa berpaling...ciyah! . Kenapa ketikan dan bukan pandangan pertama? Karena memang perkenalan kami di awali dari media online. WhatsApp group dan juga facebook page. Kalau jaman dulu ada mirc, Yahoo messenger, MSN dan media chat lainnya, sekarang malah lebih canggih.  . Ada banyak teman bahkan sahabat yang kudapat dari media online ini. Pertemanan yang menjadikan kami seperti saudara. Ada sahaba...

Deddy corbuzier: Pesan Baginya dan Bagi Kita

Oleh: Yumna Umm Nusaybah Member Revowriter, London ‘Dilarang KPI, Prosesi Mualaf Deddy Corbuzier Tak Jadi Disiarkan di TV’ demikian judul sebuah berita yang nampak di newsfeed FB seminggu yang lalu. Di portal berita Liputan6.com di lansir berita bahwa semula, prosesi pengislaman Deddy Corbuzier akan ditayangkan secara live di Hitam Putih. Namun karena terbentur peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maka rencana itu tak jadi dilakukan. (19/6/2019) Gus Miftah yang menjadi ‘guru spiritual’ Deddy selama ini mengiyakan: “Iya kemarin di Hitam Putih terpentok peraturan KPI. Enggak boleh, ada peraturan KPI ternyata acara itu dianggap rasis ada UU - nya tadinya sudah mantap di Hitam Putih," (liputan6.com/19/6/2019) Menurut KPI, proses pengucapan syahadat secara live akan berdampak buruk bagi masyarakat karena kemungkinan besar Deddy harus menjelaskan kenapa meninggalkan agama yang dulu dan kini memeluk agama Islam. Di khawatirkan hal ini akan menciptakan ketidak nyamanan kepada pemel...