Skip to main content

Rindu (Part I)

  • Gembira

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Quran surah Ar rahman. adalah sebuah ayat yang sangat menarik, powerful dan sangat mudah dimengerti serta mengundang kita untuk bertanya dan berfikir, manakah lagi yang layak kita dustakan? tidak ada! sungguh tidak ada!

beberapa hari terakhir pikiranku banyak melayang ke jaman dahulu kala, jaman aku masih tinggal di desa, jaman aku masih berada di jalanan berdebu, jaman aku masih berlari lari dengan temanku berseragam merah putih. saat itu tak pernah tergambar dalam benakku aku bisa sampai ke inggris, negara yang kata orang maju dan super power.

ah.....tak ku sangka....dengan ijin Allah aku bisa mencicipi hidup di negeri sekuler tapi juga so called super power itu.

tak kusangka Allah memberikan kesempatan ini. bukan karena aku hebat, bukan karena aku kuat tapi karena Allah saja! Dia yang membuatku merasa beruntung dan jelas tak mampu kuhitung banyakanya nikmat yang telah Dia berikan...

kemarin aku lihat anak anak primary school dekat rumah, tiba tiba aku rindu jaman dulu...

aku rindu berseragam merah putih...

aku rindu berlarian dan main lompat tali dengan teman sekelasku....

aku rindu dengan segala macam jadwal piket halaman luar sekolah dan juga ruang kelas

aku rindu ulangan ulangan itu dan segala stress yang mengiringinya

rindu warung weci mba parmi di pojok kelas..

rindu krupuk sambelnya si mbah yang kini akupun sudah tak mampu ingat namanya... dan beliaupun sudah tiada

rindu es thung thung yang selalu menggiurkan

rindu berbagi makanan berdua dengan sisterku

rindu duduk dan makan es dawet habis olah raga

rindu main bola voli, lomba lari dan juga kasti bersama semua temanku...

rindu belajar kelompok sambil makan pisang goreng di rumah sri...

rindu bersepeda ria

rindu jalan ersama di hari minggu dan juga di hari raya

bersama Nur, Qamsatun dan juga beberapa tetangga yang kini sudah terpisah jauh

rindu berjalan beriringan bersama mereka pergi bertandang di rumah rumah tetangga sambil ngumpulin uang receh...

rindu teriakan mami yang ingin aku pulang dan tidur siang

rindu suara sandiwara radio kesukaan bapak yang selalu membangunkan tidur pagiku

rindu ngaji dan sholat jamaah di suaru kecil deket rumah

rindu dengan permintaan mami untuk beli lombok di warung pojok sebelum mandi sore

rindu segala rutinitas ku dimasa kecil...

ah....semuanya Indah untuk di kenang..

Segala puji bagimu ya Allah yang telah memberikan banyak kenangan manis di masa kecilku...masa dimana aku tidka pernah merasakan kurangnya kasih sayang, masa dimana aku bisa bermain sepuasnya tanpa harus repot berfikir dan mengukir masa depan...

yang jelas...hari ini ...suasana hatiku biru penuh rindu.....

To be continued

Comments

MaIDeN said…
istilahnya apa ya ?
Feeling blue ? Homesick ? Melow ?
Mashuri said…
Apabila kita bertanya pada diri kita sendiri......berapa persenkah hasil yang telah kita dapatkan ini SEMATA-MATA usaha kita (manusia)???

*Sebagian besar adalah miracle dari Allah*

Setuju banget dengan kutipan makna ayat pada awal "Rindu (I)" ini.
Anonymous said…
aku nangis mbak baca tulisan ini karena udah seminggu aku kangen masa2 aku sd dulu..kadang aku kalo pulang ke indo pengen deh dateng ke sd ku itu..trus aku dulu pernah sd di sulawesi setahun..aku juga kangen disana, kangen pengen manjat pohon ceris, pohon jalanan yang buahnya kecil dan bisa dimakan itu
Sandi said…
Maha Suci Alloh yang telah memberikan nikmat rindu hingga kita banyak bersyukur pada-Nya. Mba Amee, ditunggu ya part selanjutnya.Erna. (Afwan google acc.nya sama ama suami).

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...