Skip to main content

How to be Successful Wife

How to be a Succesfull Wife
by Muhammad Alshareef
1. Use your 'Fitnah' to win the heart of your husband.
All women have the ornaments that Allah blessed them with. Use the beauty Allah Ta'ala has bestowed you with to win the heart of your husband. 2. When your husband comes home, greet him with a wonderful greeting.
Imagine your husband coming home to a clean house, an exquisitely dressed wife, a dinner prepared with care, children clean and sweet smelling, a clean bedroom - what would this do to his love for you? Now imagine what the opposite does to him. 3. Review the characteristics of the Hoor Al-Ayn and try to imitate them.
The Qur'an and Sunnah describe the women in Jannah with certain characteristics. Such as the silk they wear, their large dark eyes, their singing to their husband, etc. Try it, wear silk for your husband, put Kohl in your eyes to 'enlarge' them, and sing to your husband. 4. Always wear jewelry and dress up in the house.
From the early years, little girls have adorned themselves with earrings and bracelets and worn pretty dresses - as described in the Qur'an. As a wife, continue to use the jewelry that you have and the pretty dresses for your husband. 5. Joke and play games with your husband.
A man's secret: they seek women who are lighthearted and have a sense of humor. As Rasulullah (saw) told Jabir to marry someone who would make him laugh and he would make her laugh. 6. Thank your husband constantly for the nice things he does.
Then thank him again. This is one of the most important techniques, as the opposite is a characteristic of the women of hellfire. 7. An argument is a fire in the house.
Extinguish it with a simple 'I'm sorry' even if it is not your fault. When you fight back, you are only adding wood to the fire. Watch how sweetly an argument will end when you just say sincerely, "Look, I'm sorry. Let's be friends." 8. Always seek to please your husband, for he is your key to Jannah.
Rasulullah (saw) taught us that any woman who dies in a state where her husband is pleased with her, shall enter Jannah. So please him. 9. Listen and Obey! Obeying your husband is Fard! Your husband is the Ameer of the household. Give him that right and respect. 10. Make Dua to Allah to make your marriage and relationship successful.
All good things are from Allah. Never forget to ask Allah Ta'ala for the blessing of having a successful marriage that begins in this Dunya and continues on - by the Mercy of Allah Ta'ala - into Jannah.

Comments

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...