Skip to main content

AH..CEMAS.....

Bila Cemas Mendatangi HatiPenulis: Manajemen Qolbu Online
[Kajian Bening Hati - Manajemen Diri]
Oleh : Aa Gym
Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang budiman, kita janganlah pernah bermimpi dapat hidup dengan tenang dan bahagia sekiranya kita belum memiliki ilmu yang benar untuk mengarungi belantara dunia yang penuh dengan jebakan, rintangan dan ancaman berbahaya ini.
Cobalah tengok bagaimana kisah tarzan; semua hal yang mungkin dapat menyulitkan dan menyengsarakan, ternyata hal yang mudah saja bagi sang tarzan. Karena ia memiliki kunci pokok untuk mengatasi semua masalah dan kebutuhannnya tersebut, yakni ilmu. Ya tarzan tahu ilmu tentang seluk beluk hutan dan cara mengatasinya.
Tapi bandingkan dengan orang yang masuk ke hutan tanpa tahu seluk beluk hutan, tidak tahu cara menembusnya dan bagaimana menundukan binatang buas yang berkeliaran, niscaya dirinya akan dicekam perasaan tidak tentram, cemas, was-was, dan serba takut, walaupun dia berbekal ransel penuh dengan makanan, minuman, pakaian tahan dingin, dompet penuh uang serta senjata lengkap, tetapi karena tidak berbekal ilmu maka tetap saja kecemasan mendatangi hatinya.
Jadi apa sebenarnya ilmu untuk mengatasi rasa cemas dan was-was tadi? ilmunya hanyalah satu saudaraku, yakni ilmu dari Allah, dzat yang menciptakan dunia beserta segala isinya. Itulah Al Islam, dengan pedoman pokoknya berupa Al Qur’an dan As Sunnah. Semua rahasia kehidupan dunia dan akhirat dibeberkan dengan sempurna dan cermat di dalamnya, sehingga tidak ada satupun urusan, kecuali mesti ada rahasia jalan keluarnya.
Dengan demikian, kalau toh hidup ini kerapkali dicekam perasaan yang kacau balau dan menyengsarakan, maka penyebab pokoknya adalah karena kita kurang memahami ilmu dengan benar.
Dalam sebuah hadits dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Ma’ud r.a, sahabat Rasulullah saw, untuk meminta nasihat. Wahai Ibnu Mas’ud, “ujarnya“ "berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram.Jiwaku gelisah dan pikiran pun serasa kusut, makan tak enak, tidur pun tidak nyenyak.”
Mendengar hal itu, Ibnu Mas’ud kemudian menasehatinya “Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang membaca Al Qur’an, kau baca Al Qur’an atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian berkhalwatlah untuk menyembah-Nya, misalnya di tengah malam buta, ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, memohon ketenangan jiwa, ketentraman pikiran dan kemurnian hati kepada-Nya. Seandainya jiwamu belum terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu.
Setelah orang itu kembali ke rumahnya, diamalkannyalah nasihat Ibnu Mas’ud tersebut. Dia pergi mengambil air wudhu. Setelah itu, diambilnya Al Qur’an, kemudian dibacanya dengan hati yang khusyuk. Selesai membaca Al Qur’an, ternyata jiwanya berubah menjadi sejuk dan tentram, pikirannya pun menjadi tenang, sedangkan kegelisahannya hilang sama sekali. Wallahu a’lam (mq)***

Comments

Popular posts from this blog

Beautiful British Columbia Part 1

Ini hasil jepretan ku hari sabtu kemarin....Alhamdulillah kami berempat, my twin, her hubbby, her son and daughter pergi bareng2 ke Waterfront, Cypress mountain (tempat sky) Horsehoe bay (port yang cantik), Stanley park, melewati Lion Gate (semacam jembatan di Bosphorus - Tureky) dan juga Squamish (ada air terjunnya). aku berhasil mengumpulkan 200 pics alhamdulillah! puaaaaassssssssssssss

Pemandangan selama naik Ferry Vancouver- Victoria

Poto ini aku ambil saat naik boat berangkat ke Victoria...sedang sunssetnya saat balik ke Vancouver....SubhanAllah....what a incredible view!

My Poor English

Sudah hampir 2 tahun aku di Inggris dan sejak itu pula bahasa inggris adalah bahasa utama dan bisa dibilang bahasa sehari hari.....alhamdulillah awal awal ngomong suamiku cuman bisa ketawa ketiwi aja mendengar isterinya belepotan ngomongnya...tapi sekarang kadang malah memuji 'wow your english is much better than me now...' cieeeeeeeeeee....seneng dooong hai....tapi apakah itu sekedar pujian untuk membesarkan hati isterinya yang gak pede ama bahasa inggrisnya ataukah memang demikian.....diriku tidak peduli...kalo suami yang ngomong percaya aja deh *hueee...iya dong daripada mikir yang aneh2..mendhing positip aja :P* dalam hal speaking emang diriku agak pede but kalo udah listening apalagi bicara lewat telpon yang sifatnya formal (bukan dengan sisters) masih aja grogi dan bahkan masih berantakan....habis kita sendiri gak bisa lihat gerak mulut mereka dan gak bisa pasang muka bingung dihadapan mereka supaya mereka (lawan bicara kita) memperlambat kecepatan bicaranya...karena...