Skip to main content

Kejutan Kejutan Manis

Terbayang 5 tahun yang lalu aku terbang sendiri dari Indonesia ke Tanah Elizabeth ini dengan Royal Brunei airline. Saat aku mulai boarding di Soekarno Hatta arimata ini tak berhenti mengalir.....sediiiiiih rasanya meninggalkan seluruh keluarga yang aku cintai...demi seorang yang telah Allah pilihkan untukku....apalagi saat itu pertama kalinya aku berpisah dengan kembaran-ku....terbayang betapa orang yang ditinggalkan harus occupied dengan benda peninggalan dan tempat serta segala hal yang berkaitan dengan orang yang meninggalkan....pikiranku saat itu adalah: aku siap mati.....ini pertama kalinya aku terbang lintas benua...wajar kalau aku membayangkan yang aneh aneh...and I kept telling myself that I have to be ready to die at anytime.....takut pesawatnya macet lah, nyemplung ke laut lah, de el el..pokoknya yang ada gambarana ngeri....so bisa dibayangkan cucuran airmata itu berjumlah double ;)

Belum lagi terbayang saat aku menginjakkan kaki pertama di Inggris,aku hanya kenal satu orang saja yang sudah aku kontak jauh jauh hari sebelum kepindahanku.....dia seorang wanita srilanka...seorang dokter dan juga aktivis dakwah disini...bermodal nomer HP dan email dia, aku bertekad untuk menjalin persaudaraan baru di bumi Allah yang baru....

kini.....ratusan orang sudah masuk dalam list kontak-ku...bahkan hampir sebagian besar dari mereka hanya bisa aku kontak sesekali saja...rasanya aku benar benar a bad bad sister in Islam...tapi apa daya...kadang waktu tidak memungkinkan kami bicara.....dikala aku senggang untuk nelpon merekanya sedang sibuk atau sebaliknya.....

Alhamdulillah Allah mengkaruniakan sampai detik ini saudara2 muslimah yang hebat...mereka menjadi tempat berbagi suka dan duka...mereka siap sedia dikala aku membutuhkan dan kadang mereka membuat surprise2 indah yang mengingatkanku kembali betapa ikatan ukhuwah mengalahkan ikatan apapun...

belum hilang rasanya di benakku pikiran kepingin makan urap urap dan ikan pepes....dan esok harinya teteh Nizma di bromley mengirim sms ingin nge-drop Urap2 dan ikan pepes! subhanAllah......dan hari ini belum lagi mata ini melek tiba tiba pak pos mengetuk pintu rumahku dan ada bingkisan berat dari Mba Dian di Enfield...aku cek ternyata berisi kue lapis yang super enak....alhamdulillah....aku dan suamiku saling membalap untuk menghabiskannya....

Ah kan cuma makanan...sungguh bagiku itu bukan cuman! I want and crave for that food and Allah sent them to me. their thought and their efforts meant a lot to me! lebih dari uang dan segalanya.....they show they care, they show they are thinking about me and that is very very touchful and priceless!

Segala puji bagiMU ya Allah yang telah mengirim dan menghadirkan mereka dalam hidupku...

Jagalah ikatan kami dan jadikan ikatan ini menjadi pelindung kami dari siksa-Mu...amin

=========================
Secercah Kasih Yang Terpendam
=========================

Comments

Ina said…
mikir2, apa yang telah kuberikan pada mbak amee, Waah ga ada .. hihihi ...
Baru sebatas doa ...
Yah sementara ini baru itu yg bisa kuberikan, smg Allah bisa memperjumpakan kita di suatu saat nanti ^_^

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...