Skip to main content

Akhirnya...Dia Menikah di-usia Tiga puluh sekian....

Aku mengenal Asma (nama samaran) disaat usianya sudah berkepala tiga. kami bertemu di dunia maya, di sebuah forum Islam dimana aku sedang dalam misi mencarikan isteri untuk seorang brother yang belum pernah aku kenal tapi aku kenal baik dengan ibunya. Sang ibu bertutur kepadaku tentang keinginnanya yang besar untuk bisa memiliki menantu sholihah bagi anak laki lakinya yang berusia 27 tahun. seorang pemuda pakistan yang sudah mapan dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. Aku tanya, apakah dia mau seorang dari indonesia? sang ibu bilang bersedia, apakah dia mau bersusah payah memboyong sang isteri dari Indonesia dan tentunya harus melalui proses paper work (visa, dll) yang tidak mudah. sang ibu menjawa: sanggup! dengan dasar itu aku memberanikan diri mencari alias hunting sang bride (calon pengantin wanita) melalui forum ini....dan dari sinilah aku mengenal sosok Asma.

Kami memang belum pernah bertemu muka, kami belum pernah berjabat tangan,dan pertemuan kami hanya melalui dunia maya, guyonan kami terwakili oleh icon icon yahoo messenger, wajah kami hanya terwakili dari gambar 2 dimensi (poto), obrolan suarapun hanya lewat fasilitas gratis Yahoo chat. namun sungguh..persahabatan kami nyata! hampir2 aku tahu karakter dia, aku suka mendengar suara tawa dia, aku tahu kesibukan dia dan segala hal yang terjadi berkaitan dengan proses pencarian pangerannya.

Akhirnya..beberapa hari yang lalu dia sampaikan, yah....kembali lewat Yahoo Messenger:"Alhamdulillah I am married now!"

bahagiaku tak terkira...memang dia sampaikan kepadaku beberapa bulan yang lalu sebelum kepulanganku ke Indonesia bahwa dia akan menikah...namun sampai ijab qabul, dia masih belum yakin akan terjadinya pernikahan dan bahwa status dia menjadi seorang isteri mengingat proses yang sekian banyak dan waktu yang sekian lama dia menunggu.

Lebih dari 20 proses Ta'aruf, satu demi satu gagal......hingga di usianya yang ketigapuluh..sekian....dia masih belum dipertemukan oleh Allah dengan jodohnya...sekian banyak pilihan dia usahakan, mulai dari ikhwan lokal, sampai ikhwan non pribumi alias ikhwan import (salah satunya adalah tawaran ikhwan pakistan dari inggris) namun sayang...semuanya gagal.....kadang masalah ketidak cocokan karakter, kadang sang ortu tidak setuju atau Asma bersedia namun sang ikhwan tidak dan sebaliknya, sang Ikhwan mengejar ngejar Asma tapi Asma enggan menerima pinangan itu...

Yah...aku salut dengan kegigihannya, aku salut dengan rasa tawakkal yang dia miliki, banyak akhwat, sisters, wanita muslimah yan berjuang dari tahun ke tahun untuk bisa mendapatkan jodoh segera...mula mula dengan cara yang halal dan ahsan tapi tak jarang rasa 'desperate' itu membuat mereka menempuh jalur 'keliru' dan tidak halal, astaghfirullah! tapi tidak dengan shahabatku Asma, dia selalu yakin bahwa Allah akan mengirim pangeran yang sholeh itu hanya melalui cara yang halal dan ahsan saja!

yup.....dia telah dipinang dan menikah dalam kurun waktu yang singkat, tidak kurang dari 5 bulan kira kira.....pangeran itu telah menemukan princess-nya dan Asma telah dipertemukan oleh Allah dengan orang yang tepat di saat yang tepat yang mungkin dimata manusia nampak terlambat tapi sesungguhnya tidak! karena justru dia benar2 matang, siap dengan semua tanggung jawab dan siap menjadikan suaminya laki laki paling bahagia sedunia.....

Untuk saudaraku muslimah yang sedang mencari dan menunggu jodohnya, tetep semangat yah!! misteri dari siapa pangeranmu hanya satu ujian kecil dari Allah untuk melihat kesabaranmu, ketawakkalanmu dan keteguhanmu memegang ajaranNYA....

Comments

Husnul Khotimah said…
Assalamu alaikum mba.... pa kbr??? alhamdulillah aku sdh di tanah air btw pic yg dulu anti kirim ternyata ada di my document.kapan-kapan chat di YM lagi ya...

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...