Skip to main content

Video of my Interview

Alhamdulillah...hari ini akhirnya aku bisa duduk di depan kompi dan 'menikmati' sajian-ku sendiri....semula aku kira aku gak akan bisa melihatd an merekamny, but ALhamdulillah I could! aku tonton bareng sama suami, meski sebenarnya I should be somewhere else, but I got very bad headache, sambil istirahat I try to log on to Islam channel's website...coba nonton siaran ulang Muslimah Dilemma kemarin.. Hasil rekamannya sih gak begtiu bagus, karena aku dapt dari Internet, ada yang keputus, dan qualitas gambarnya juga gak keren blasss...but inshaAllah cukup lah buat hiburan dan kenang kenangan anak cucu *cieilaaaaaaah* ada sebuah pertanyaan terakhir yang sebenarnya justru penting tapi sayangnya dipotong dan gak tertayangkan, kalo acara live-nya sih gak kepotong... Yang mau lihat silahkan lihat di link berikut:
Selamat menikmati *makanan kaleee* kalo inggrisnya lucu jangan diketawain yah...kalo bingung silahkan balik ke story tertulisnya...hehe, tak lihat lihta inggrisku sedikit kacau, gak fokus dan kebanyakan kata kata "Isn't it" *ini mah east end style*

Comments

Anonymous said…
Assalamu'alaikum

Alhamdulillah..bis alihat dirimu on TV show..he..he..

Your english is very good..very good enough for Indonesian speaker..he..he..

Why did you speak too fast?..atau aku aja yg nggak biasa speaking english lagi ya..he..he..

Anyway..good JOb..I love you..hi..hi...

next time..put your video camera on the table dear....
I don't want to see 'the shaky video again..he..he..jangan marah.

lam sayang...

Teruskan berjuang...

@note: not yet..itu nya..paham tak...

Wassalamu'alaikum
Anonymous said…
Salaam kenal,

Wah salut untuk perjuangannya, ditunggu perkembangan selanjutnya:)

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...