Skip to main content

Posts

A humble doctor

Sebut saja Namanya dr C..... Selama Ramadan ini, 2 minggu berturut turut ada seseorang yang menghadiri kajian lokaliti kami yang sosoknya menarik buatku. Beliau seorang pensiunan, asli dari Iraq dan dulu bekerja sebagai GP (Dokter Klinik setara spesialis). Di usianya yang sudah senja, beliau bisa di bilang masih aktif. Kemana mana masih nyetir sendiri, belanja sendiri, masak sendiri dan yang lebih keren lagi, wawasan politik dan pengetahuan Islam beliau patut di acungi jempol. Tanpa ragu, tanpa canggung, beliau duduk bersama kami, sharing semua pemikiran2nya yang dikemas dengan bahasa yang captivating . Diskusi kami berkembang dari bahasan Taqwa, tajwid, tafsir ayat dalam Al Quran sampai urusan politik dan kondisi kaum muslimin di Iraq dan akar masalah dari konflik2 yang terjadi di negeri Muslim.  Sampailah kami berdiskusi tentang image dari seorang perempuan muslim. Di negeri barat seperti Inggris, menjadi seorang wanita muslimah yang berkerudung ...

{Percakapan} Who creates Allah ﷻ ?

As she munched the watermelon Rumaysa (5 yo) whispered to me: "I am sorry Mama, I have a very rude thought about Allah" Me: "Oh Dear! What thought would that be?"  "I am thinking, if all of us are created, who created Allah ?" Me:"awwww that’s not a rude thought, Sayang...in fact that’s a very smart question!  Allah ﷻ was not created by anyone nor He had a son nor parents. He has no beginning and no end hence He is almighty! If Allah was created by SomeOne, then He is not Allah and we would have to worship the one who create ‘that Allah’.  "That mean Allah has been living for sooooo long" Me:"Yes... Rumaysa... He is ever living" Lesson: indeed life of a mother is full of surprises! I would never thought I would receive such question from my 5 years old but I must thank my ‘teacher’ during my youth days..... they have given me the answer and show me the path (by the will of Allah). Not only it’s beneficial for me now but it has bee...

Shocking fact! 😜

Yesterday as we drove back home from school, my middle child (Rumaysa 5yo) told us (me and Hubby) the story of what happened at school. I must say, she has a way to crack me up unexpectedly and I love that quality in her. Allahumma Bariklaha. "Mama, Baba.... you will be shocked if I tell you what happened in school today" Me: "oh really, what happen then?" R:"You wouldn’t believe that two of my friend told me that they actually born at "Queen’s Hospital" (supposedly Queens Hospital) and "King George Hospital!!" It’s shocking!!!! I couldn’t hold my laugh.....Bless her! She genuinely thought those hospitals belong to the Queen and the King and their friend born at the Royal Family’s hospital which also gave her impression that either her friends are super special or descendent of the Royal Family (which both are totally untrue 😂) Both are indeed the name of Hospital nearby her school and it’s named after the Royal Family. Kid...

{Perbincangan} Kema’suman Rasul

Sepulang dari sekolah naik, sembari nyetir mobil aku mendengarkan ulasan di YouTube dari ustad Nouman Ali Khan tentang kisah Nabi Musa alaihissalam. Anak pertamaku yang beberapa bulan lagi masuk usia 9 tahun ikut mendengarkan. Kisah Nabi Musa Alaihissalam bukanlah kisah yang asing bagi Nusaybah... mashaAllah dia lebih tahu detail dan urutan kisahnya di Banding aku. Ketika ustad Nouman sampai pada ayat berikut QS. Al-Qasas [28] : 15 وَدَخَلَ ٱلْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِۦ ۖ فَٱسْتَغَٰثَهُ ٱلَّذِى مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِى مِنْ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّهُۥ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (ka...

Harga Diri

Sore tadi sambil cuci piring aku iseng2 bertanya ke Nusaybah:  "If 10 being the best mother and 1 being a NOT very good mother, how much would you rate Mama?". Pertama kali dia dengar pertanyaan ini, dia ga ngerti maksudku, akhirnya harus aku ulang 2 kali untuk menjelaskan maksud pertanyaanku. akhirnya dia jawab: "Hmm... I think I will rate you 9.5".  Aku tanya dia balik: "why?"... Nusaybah menjawab:" Karena kadang Mama marah tanpa sebab dan meninggikan nada bicara (scream and shout), just sometimes....so If you can control that part, I would rate you 10!"...A ku jawab sambil sumringah :"ooooh...Thank you Nusaybah, that's very sweet of you, I will try my best from now on to control my emotion and do less screaming and shouting"  (sambil mikir: ah ini bisa menjadi target Bulan Ramadan nih....hehe ) Tak selang beberapa lama dia tiba tiba berkata:  "I think I would rate Adek: 9, Baba: 9.5, Hudayfah: 8 and myself: ...

Kerja Keras

'I can't do it, Mama.... I can't memorise this long ayah!...This is toooooo hard' lanjut dengan tetesan airmata dan kadang dengan tangisan. Skenario seperti ini hampir terjadi seminggu sekali. Kadang Nusaybah dan lain waktu Rumaysa. Sebisa mungkin aku berusahan untuk tetap memberikan dorongan positif bahwa susah itu hanya di langkah pertama, kedua atau ketiga. Sekali kita mencoba maka langkah ke-4 akan semakin mudah dan ringan. Aku juga ingatkan ke mereka bahwa semakin banyak membaca semakin banyak pahala karena satu huruf setara dengan 10 pahala. Meski tetap cemberut tapi sedikit banyak, dorongan itu meringankan beban mereka. Setiap orang entah itu anak-anak ataukah emak-emak tahu bahwa untuk meraih sesuatu, dibutuhkan sebuah perjuangan. Kadang kita melihat keberhasilan orang di depan mata dan menginginkan keberhasilan yang sama tapi ogah-ogahan menempuh kerja keras yang mengiringinya.  Sebagai orangtua, sangatlah gampang bagi kita untuk mendorong dan menyampaikan ...

RASA BAHASA

Masih lekat dalam ingatanku kejadian tahun 2004 di bulan Oktober. Aku menangis tersedu sedu di ruang tunggu saat boarding di Bandara Juanda Surabaya. Hari sebelumnya aku pamitan dengan seluruh keluarga kemudian pagi itu aku diantar kakak dan sodara kembarku untuk terbang ke Inggris, SENDIRI!! (kebetulan suami ada kerjaan dan ga bisa menjemput). Ini adalah kali pertama aku naik internasional flight dan kali pertama aku bakalan berpisah lama dengan seluruh keluarga.  Ini juga menjadi awal perjalan baru dalam lembaran baru kehidupanku. Bisa dibayangkan gimana khawatirnya diriku. Aku akan pindah ke negara baru, dengan suami yang baru aku nikahi, makanan baru, masyarakat baru, peran baru dan tentunya BAHASA baru.  Setelah perjalanan panjang Indonesia - Inggris, sampailah aku di Heathrow Airport. Setelah melalui proses imigrasi aku keluar dan berharap suami sudah ada di luar sana menunggu sang istri. Ternyata sodara2.... suami ga ada di depan pintu arrival! Aku panik, mau nelpon pak...