Skip to main content

My Jannah by Nusaybah Khalifa

My JANNAH by Nusaybah Khalifa (7 yo) In Jannah I want a toy flower that is magic. now what I mean by magic is that if you push down one petal it would go all dark but then the flower will light up. If you pressed or push down, it would write down on a piece of paper a funny joke that would make you laugh The second thing I want in Jannah is a castle or a house made out of a cupcakes, sweets, candy, lollipops and ice cream. so whenever I am hungry I have something to eat, but if I finish the castle or house I will ask Allah ï·» to give me another one. The third thing I want in Jannah is a rainbow palace. Now you might be thinking my rainbow palace is a palace that is rainbow but it is not. it is a palace shaped like a rainbow. The fourth thing I want in Jannah is cookie castle. everyday my friends would come over to have a sleep over. now I might not have enough beds for all of my friends but the flower I was talking about before would make lots of beds. Every middle of the night we would go to the kitchen and have a slumber party. The fifth thing I want is a bed. Now you might be thinking it is an ordinary bed but it is so much better. if you open the door, a secret door, you would see a ladder and you could go to the top bunk. There would also be a slide on the other side. The sixth bing I want in jannah is a big colouring set that every time you use a colour, instead of it is pushing down more it sharpens up more. The final thing I want in jannah is getting to jannah. I do that by doing good deeds which is very hard for me but inshaAllah it I make dua and read Quran and pray very often Allah will make it easier.  --------- For me (her mother) this is a treasure. Written by Nusaybah (age 7) in the morning of 12th February 2017. She was quietly did it in the kitchen using a colouring pen given by her best friend. Allahumma Bariklaha

Comments

Unknown said…
SALAMU ALAIKUM! I AM ALEENA, NUS'S BEST FRIEND. PLEASE TELL NUS THAT THIS WRITING WAS REALLY GOOD!
Umm Nusaybah said…
awww Aleena, So sorry I just read your comment. Surely i will pass your salam to her XX

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...