Skip to main content

My two cents on 4th November demo

Beberapa unek2 yang ada di benakku saat melihat aksi 4 Nov 2016!

1. Yang ragu bahwa kaum muslim di Indonesia susah untuk berubah lah, mereka terlalu sekuler lah, mereka ga mau maju lah, mereka sudah terlalu jauh dari Islam lah.... ini bukti kecintaan mereka terhadap Al Quran. Memang mungkin ada yang bilang bahwa niat para demonstran bisa beda beda dan ga murni karena ini membela Al Quran, namun kita tidak berhak melihat hati dan niat seseorang, itu urusan Allah ﷻ dan mereka , yang kita lihat adalah aksi dan tindakan mereka. Banyak yang mengorbankan kan waktu, tenaga dan keringat serta uang demi Suksesnya aksi ini dan itu layak untuk di acungi jempol! 

2. Ini bukti nyata bahwa "there is still goodness in them"(kaum muslim di Indonesia)  

3. Ini membuktikan bahwa ghirah Islam itu masih kuat dan bisa di arahkan asal ada kekuatan opini yang benar di sebarkan oleh orang2 yang yakin.

4. Ini membuktikan bahwa masa bisa bergerak dan ummat mau mengorbankan apa saja demi agama dan kitab mereka. Dan ini harta berupa ghirah ini adalah potensi yang berharga bagi ummat ini. 

5. Ini membuktikan bahwa perubahan di Indonesia menuju Islam sangatlah mungkin.

6. Saya tidak anti Kristen atau anti agama lain. Mereka berhak beragama dan beribadah menurut kemauan mereka. Lakum dinukum waliyadin (untukmu agamamu dan untukku agamaku) namun sebagai seorang muslim saya di wajibkan menilai segala sesuatunya (kejadian, perbuatan dll) dari kacamata Islam dan bukan dari kacamata dan jelas bagi kami penistaan Quran, nabi (termasuk nabi Isa) adalah SALAH siapapun pelakunya.

7. Dari sini saya juga semakin sadar dan yakin bahwa tentara2 dan polisi2 Indonesia yang mayoritas muslim juga akan mau dan bersedia membela agama ini jika mereka diperlukan dan faham akan posisi dan peran besar mereka

8. Bahwa *the goodness of* kaum muslim di *grass root level* Belum dan tidak banyak terwakili di level elit politisi, media maupun selebriti, oleh karenanya yang nampak di TV2 masih tetap sama yakni proses sekularisasi dan penjajahan pemikiran yang di lakukan lewat program2 yang ga mendidik.

Sekian terima kasih

Comments

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه و تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...