Skip to main content

Sebel deh!

Aku ada dalam sebuah pengajian ibu2 yang isinya campur antara orang Asia, middle east dan convert sister (mualaf)....hari itu kami kedatangan seorang ustadzah besar dari middle east yang ahli dibidang tajweed.....kami disuruh baca Quran satu persatu.....tiba giliranku:

aku baca dengan sedikit grogi dan beberapa kesalahan beliau point out bahwa: makhrajul huruf 'shad' ku sedikit susah dibedakan dengan 'Sin' ketika di kasrah...dan juga kadang Ra' tafkheem-ku juga kurang jelas...dengan senang dan berbunga hati aku berusaha membenahinya tapi tiba tiba.......

Kriiing....Kriiiing........

aku jawab: "Hello"

diseberang sana suara laki laki: "yes...can I speak to Mr. Irham please?"

aku jawab:"sorry you got a wrong number, there's no Mr Irham here"

diseberang sana:"ooh sorry"

Huwaaaaaaaaaaaa...rasanya pingin marah!

udah mimpi bagus kok diputus sama telpon..mana salah sambung lagi....berusaha tidur lagi mencari jejak mimpi kembali....eh gak bisa tidur.....hik..hik..paling gak aku kan bisa belajar lebih dalam ttg tajweed di dalam mimpi....honestly it looked sooooooo real!

=========================
Secercah Kasih Yang Terpendam
=========================

Comments

Al muhandis said…
moga jadi kenyataan mbak amee
habibti said…
salam kenal ukhti.im interest to read u blog.kasih sarannya saya juga mo mencoba buat blog baru.
Ina said…
aiih bukannya mbak amee adalah tajweed lecturer ...
rezkizuka said…
hihihi awal2 baca kirain beneran mbak. taunya kesel krn mimpi toh..heheh lucu juga. eh mbak pakabar? lama gak berkunjung nih
Anonymous said…
postingannya bagus deh mbak. salam kenal ya. mampir mbak ke blogku ^_*

Popular posts from this blog

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak

Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh:  Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka  Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi  Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian  Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian  Ada yang ingin Allah سبحانه Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang …  Bagi seorang Bunda  Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia  Bersama l...

Holier-than-thou

#OPEy2021Day10 . Holier-Than-Thou . oleh Yumna Umm Nusaybah (Member of Revowriter London dan Co-founder Dokter Kembar) . Bisa kah menebak arti dari judul diatas?  Holier-than-thou adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang dimaknai sebagai  obnoxiously pious; sanctimonious; self-righteous. Istilah kerennya sok suci atau sok alim. . Ide ini bisa jadi ada dalam diri kita sendiri. Atau bisa juga tuduhan yang dilemparkan kepada kita. . Jika seseorang memandang bahwa dirinya lebih bertakwa, lebih comitted, lebih saleh dari orang lain karena dia sudah sangat taat pada aturan agama dalam kesehariannya, maka hal ini sangatlah berbahaya. Bisa-bisa dia melihat orang lain ‘tidak berharga’. Lebih buruk dan lebih rendah posisinya. Akibatnya, bukannya akhlak dan kebaikannya menarik orang disekitarnya, tapi justru dia nampak sebagai individu yang toxic, menyebalkan dan terkesan sok alim. Padahal ke’aliman’ dan kebaikan seseorang bukanlah self-proclaim atau pengakuan sendiri. Tapi kebaikan...

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1 ...