Aku ada dalam sebuah pengajian ibu2 yang isinya campur antara orang Asia, middle east dan convert sister (mualaf)....hari itu kami kedatangan seorang ustadzah besar dari middle east yang ahli dibidang tajweed.....kami disuruh baca Quran satu persatu.....tiba giliranku: aku baca dengan sedikit grogi dan beberapa kesalahan beliau point out bahwa: makhrajul huruf 'shad' ku sedikit susah dibedakan dengan 'Sin' ketika di kasrah...dan juga kadang Ra' tafkheem-ku juga kurang jelas...dengan senang dan berbunga hati aku berusaha membenahinya tapi tiba tiba....... Kriiing....Kriiiing........
aku jawab: "Hello"
diseberang sana suara laki laki: "yes...can I speak to Mr. Irham please?"
aku jawab:"sorry you got a wrong number, there's no Mr Irham here"
diseberang sana:"ooh sorry"
Huwaaaaaaaaaaaa...rasanya pingin marah! udah mimpi bagus kok diputus sama telpon..mana salah sambung lagi....berusaha tidur lagi mencari jejak mimpi kembali....eh gak bisa tidur.....hik..hik..paling gak aku kan bisa belajar lebih dalam ttg tajweed di dalam mimpi....honestly it looked sooooooo real! ========================= Secercah Kasih Yang Terpendam ========================= |
Saat Sang Maha Kuasa Berkehendak Oleh: Yumna Umm Nusaybah (Member Revowriter London) . Datangnya tidak disangka Mengenalnya pun tanpa terduga Membayangkan pun belum pernah Apalagi berangan angan untuk menikah . Namun kedua anak adam ini sejak awal memang tak punya keraguan Bahwa mereka tercipta untuk saling melengkapi Bahwa masing-masing akan menjadi penawar kesendirian Bahwa mereka dipertemukan HANYA karena Sang Maha Kuasa berkehendak demikian . 2 tahun bukan waktu yang lama Pun bukan waktu yang singkat Saat hasrat ingin menunaikan Sunnah RasulNya Terhalang oleh pandemi yang mendera . Namun memang benar … Bahwa dibalik penantian Ada yang ingin Allah Ø³Ø¨ØØ§Ù†Ù‡ Ùˆ تعالى ajarkan . Kerelaan sang bunda menerima kenyataan Keyakinan pasangan bahwa mereka memilih jalan dan calon yang benar . Butuh waktu yang panjang … Bagi seorang Bunda Untuk menata hati dan merapikan benak Melepas anak pertama tumpuan jiwa Memulai hidup baru di ujung dunia Bersama l...
Comments