Skip to main content

To my beloved father

He's the most patient person and strong soul I have ever known. He was the main carer for my mom when she was ill with multiple myeloma (blood plasm cancer) while I was 5 hours away (by car) from them due to university study that I had to do in another town. 

He cooked, cleaned, cared and fulfil every needs that my mom had. 

Never once, I heard him complained about the situation. He remained strong and persevered while I was crumbling down, what he did for his wife was extraordinary. The love he had for his wife can be seen even after 11 years she departed from him to meet her Lord!

It indeed reminded me the love the prophet Muhammad ﷺ to his wife: Khadija RA **

He's a very simple man, with not many words but his dedication, strength, patience, loyalty and love are inspirational and for sure ONE OF A KIND And I am proud to be his daughter.

May Allah ﷻ loves him and grants barakah to his life and may Allah ﷻ grans him health and happiness and may Allah ﷻ continues to give me opportunity to show my care and love even though I am miles away from him. Miss him dearly! 

~pic taken last Eid 2015~

-------
**After the death of Khadijah RA,the prophet Muhammad ﷺ still care and remember her close friends.

A Companion of the Prophet narrates that whenever any gift was brought to him ﷺ  he ﷺ would immediately send it to some lady who had been a friend of Khadija (ra). Ayesha (ra) says that whenever a goat was slaughtered the Prophet (saw)would send some meat to Khadija’s (ra) friends; when she remarked about this on one occasion he told her that he had great regard for her friends, as she had a special place in his heart. Ayshah RA said she never experienced such a feeling jealousy for any other wife of the Prophet (saw) as she did for Khadija RA. She RA also narrates that whenever prophet Muhammad ﷺ  spoke of her he would talk at great length and praise her qualities, and pray for her forgiveness.

Comments

Popular posts from this blog

my Special Student

Seneng...happy lega dan terharu...itulah yang aku rasakan ketika murid 'istimewaku' menyelesaikan Iqra jilid 6 minggu yang lalu...percaya atau nggak aku menitikkan airmata dan menangis sesenggukan dihadapan dia, ibu dan kakak perempuannya....yah...airmata bahagia karena dia yang setahun yang lalu tidak tahu sama sekali huruf hijaiyah kini bisa membaca Al Quran meski masih pelan dan terbata bata...tapi makhrojul hurufnya bagus, ghunnahnya ada, bacaan Mad-nya benar....dan aku bayangkan jika seterusnya dia membaca Quran dan mungkin mengajarkannya kepada orang lain maka inshaAllah akan banyak pahala berlipat ganda... Namanya Tasfiyah ...seorang gadis cilik bangladeshi berusia 6 tahun saat pertama kali aku bertemu dengannya....Ibunya sengaja mengundangku datang ke rumah nya karena memang tasfi tidak suka dan tidak mau pergi ke masjid kenapa? karena sangat melelahkan...bayangkan aja 2 jam di setiap hari sepulang sekolah, belum lagi belajar bersama dengan 30 orang murid didampingi 1

Tuk Semua Ibu-Ibu

At 05 July, 2006 , Mother of Abdullaah said… Whaa kalo aku pribadi, emaknya sendiri musti banyak belajar.. kira2 kalo ngimpi punya anak hafidzah 'layak' gak ya :D At 05 July, 2006 , Inaya Salisya said… Wah subhanalloh ya.. Ina juga pengen mbak, tapi ga ada do it hehe... ummu Aqilla terharuuu...terharu biru...jadi semangat nyiapin anak jd hafidz nhafidzah. jazakillahkhoir, ukh! Atas dasar 3 komen diatas akhirnya aku tertarik untuk ngasih komentar tentang cita cita punya anak hazidz/hafidzah...dimanapun seorang ibu pasti ingin anak2nya menjadi anak yang sholeh dan sholehah...hanya mungkin gambaran masing2 ibu berbeda dan derajat kesholehan yang mereka gambarkan dan inginkan juga pasti berbeda satu sama lain.....namun terlepas dari itu semua, setiap ibu muslimah pasti sangat bahagia dan bangga jika punya anak2 yang bisa menjadi penghapal Quran alias hafidz...kenapa ? karena sekian banyak pahala yang bakal dapat diraih dari sang Ortu dan juga sang anak..hanya saja cita2 y

Kisah sedih seorang dokter

Al kisah ada seorang teman laki laki yang pernah bersekolah dengan suami waktu jaman SMP dan SMA. Sebut saja namanya Amr, Amr datang dari keluarga miskin bahkan bisa dibilang sangat miskin, dia dirawat oleh bibinya yang juga kekurangan. Tidak jarang Amr harus menahan lapar ketika berangkat sekolah. Namun semangatnya yang tinggi mengalahkan rasa laparnya....hari berganti hari, Amr melanjutkan sekolah ke SMP, disitulah Amr bertemu dengan suamiku, hampir tiap hari mereka berbagi makanan bersama, subhanAllah...meski demikian, bisa dibilang Amr sangat cerdas dan pekerja keras, hal ini terbukti dengan prestasi sekolah yang patut bibnya banggakan. Di SMP itu ada sekitar 12 kelas dan masing masing kelas ada sekitar 70 siswa.....diantara ratusan siswa Amr selalu menjadi juara 1, sampai sampai dia diberi kebolehan naik kelas berikutnya hanya dalam waktu 6 bulan, walhasil dalam setahun dia naik kelas 2 kali dan setiap naik kelas dia selalu menjadi TOP STUDENT! Ketika masuk SMA, hal yang sam