Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Krisis di Suriah

MEMAHAMI PERANG SURIAH (part 1)
ماشاءالله
Pertanyan yang kemarin saya tulis di dinding Fb dijawab oleh ustad Agus trisa dan di posting melalui ustadzah Faizatul Rosyidah
Kami sampaikan jazaakumullaah ahsanal jazaa ust Agus Trisa yang telah bkenan menjawab pertanyaan2 ini
1. BAGAIMANA AWAL PECAHNYA PERANG DI SURIAH?------------------------
Perang Suriah terjadi sebagai akibat dari kediktatoran pemerintahan keluarga Al-Asad, selama lebih dari 40 tahun. Sejak keluarga Al-Asad memimpin Suriah dengan diawali oleh Hafizh Al-Asad (ayah Basyar Al-Asad, jadi presiden sejak 1971), yang setelah kematiannya di tahun 2000, maka secara langsung anaknya (Basyar Al-Asad) menggantikannya, dengan cara mengubah konstitusi yang ada. Sebab, ‘tidak ada’ calon presiden lain yang (menurut pemerintah) bisa ditunjuk. Maka dalam usia yang masih muda, Basyar hanya memiliki satu langkah agar dirinya ‘sah’ menjadi Presiden, yaitu dengan melakukan intervensi kepada Dewan Konstitusi agar melakukan pengubahan konstitusi u…

{percakapan} the opposite

Again this is question raised by my 4 yo while I was teaching her Iqra' (how to recite Quran) 
R:"we have to be serious mama, this is Quran!"
Me:"yes of course, we have to, why is it so?"
R:"because Quran is the word of Allah ﷻ" (with her cute accent saying Quran and Allah ﷻ). I know who's opposite of Allah ﷻ... it's shaitaan.. Quran is the word of Allah ﷻ so what is the word of shaitan mama?"
Oh dear!!! I am stuck! 
Her sister jumped to answer:"I know I know, was wasa is the word of shaitaan"
I'm still scratching my head...and think to find the answer or rather how to respond 🙈
They think everything must have ' the opposite' in this life 😁

{percakapan} emulating the prophet ﷺ

It's endearing to see how my two girls competing with one another to please their mother (me of course lol).
I believe Rumaysa adores and looks up to her older sister Nusaybah. This can be seen from how keen she copies and talks as well as behaves exactly like her sister.
Whatever advice, analysis, reasons, story, imagination and all sorts that Nusaybah have, for sure she will take it wholeheartedly. Of course this also due to her age (4 yo) and being younger sibling and at "copy paste" stage.
Just like today after we finished salatul isha in jama'ah (of course with her recited Al Fatihah loudly while doing ruku', sujud and standing) she finished her Salam and said to me:
"I want to make dua like the way the prophet Muhammad ﷺ did"
After saying those sentences, she took of her prayer cloth (Indonesian: Mukena) and then raised her hand and then said:
"Nusaybah told me that Prophet Muhammad never wear hijab so I want to be like him!"
Me:"is that w…

My two cents on 4th November demo

Beberapa unek2 yang ada di benakku saat melihat aksi 4 Nov 2016!
1. Yang ragu bahwa kaum muslim di Indonesia susah untuk berubah lah, mereka terlalu sekuler lah, mereka ga mau maju lah, mereka sudah terlalu jauh dari Islam lah.... ini bukti kecintaan mereka terhadap Al Quran. Memang mungkin ada yang bilang bahwa niat para demonstran bisa beda beda dan ga murni karena ini membela Al Quran, namun kita tidak berhak melihat hati dan niat seseorang, itu urusan Allah ﷻ dan mereka , yang kita lihat adalah aksi dan tindakan mereka. Banyak yang mengorbankan kan waktu, tenaga dan keringat serta uang demi Suksesnya aksi ini dan itu layak untuk di acungi jempol! 
2. Ini bukti nyata bahwa "there is still goodness in them"(kaum muslim di Indonesia)  
3. Ini membuktikan bahwa ghirah Islam itu masih kuat dan bisa di arahkan asal ada kekuatan opini yang benar di sebarkan oleh orang2 yang yakin.
4. Ini membuktikan bahwa masa bisa bergerak dan ummat mau mengorbankan apa saja demi agama dan kitab m…

Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana...
Melihat Rumaysa mainan dengan kamera HP ku dan motret kakaknya yang sedang membaca Quran, sambil menikmati hasil jepretan nya sendiri ... Sudah membuatku bahagia. 
Bahagia itu sederhana...
Mendengar kedua gadisku mengatakan:" Mama, I love your food and I like whatever you cook!"  Sudah membuatku bahagia
Bahagia itu sederhana....
Melihat Nusaybah bisa membuat adiknya tertawa terbahak bahak Sudah membuatku bahagia
Bahagia itu sederhana...
Ketika Rumaysa menyampaikan kepada kakaknya sebelum dia berangkat sekolah:"oh I will miss you Nusaybah" Sudah membuatku bahagia 
Bahagia itu sederhana...
Melihat Nusaybah sengaja menyisakan susu dari sarapan cereal coklat-nya karena tahu adiknya suka susu coklat Sudah membuatku bahagia
Bahagia itu sederhana....
Melihat Rumaysa sabar menunggu waktunya nonton kartun karena sang kakaknya masih belum selesai hafalan Quran Sudah membuatku bahagia
Bahagia itu sederhana... Sesederhana cara kita mendefinisikan arti bahagia 
Semoga All…

Renungan 1

Setelah punya 2 anak (6 dan 3 tahun) aku benar benar percaya bahwa 
"Lebih mudah mengajarkan matematika dan bahasa kepada anak2 daripada mengajarkan adab dan membentuk karakter mereka menjadi manusia mulia" 
Orang bilang, membentuk emotional integence alias kecerdasan emosional jauh lebih dibutuhkan daripada kecerdasan intelektual karena orang yang cerdas emosinya akan mampu mengolah segala kemampuan, Kekurangan dan kelebihan hidup ini untuk berpihak kepada keberhasilan dia.
Namun kadang, lebih banyak waktu kita habiskan untuk fokus pada hal yang tidak seharusnya.
Bukan berarti kita tidak Perlu membuat anak anak kita cerdas secara inteletual namun "mental set" dari kita sebagai orang tualah yang penting. Supaya seimbang dan tidak salah prioritas atau salah menimbang.
But...yang paling penting adalah kecerdasan spiritual dimana anak2 kita ajarkan tentang siapa Tuhan mereka dan apa peran Allah ﷻ dalam hidup kita, dan bahwa kehidupan kita punya makna dan tujuan yang telah d…