Saturday, 10 May 2014

{Percakapan} bikin geli!

Conversation that makes me laugh out loud last night

Me:"ouch, I am having a stomachache"

Nusaybah:"why mama?"

Me:"not sure, maybe it's because of the food I ate"

Nusaybah:"what did you eat today?"

Me:"well, I had toast for breakfast and ermmmmm... egg for dinner"

Nusaybah:"ahhh now I know, why mama!" *She was beaming because she found the cause of it!*


Nusaybah:" it's because you eat egg that's why you got stomach-egg (read: stomachache) 


I can't stop laughing!

she pronounced "stomachache" correctly though but I think she heard me saying "stomachache" sounded like "stomach-egg"#BlameTheMom

Friday, 9 May 2014

{Percakapan} Tua dan surga

Nusaybah is always excited about numbers and she likes a bit mathematical qs ๐Ÿ˜œ

perhaps it's because she is currently learning about it in nursery, she's starting to ask how old I'm and how old her baba is and commented: 

"Wow, that's a lot of number mama!!  You and baba are very old"


but then she asked

Nusaybah: "mama, how old are you then when I'm your age?"

Me:"If Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰ still give me life, I will be 68 years old!"

N:"wooow!! And how old are you when I'm 68 then?"

Me:"oh well, I will be more than 100 years old Nusaybah, why!?

She didn't stop there

"And how old are you when I'm 100 years old?"

Me:" I won't be in this duniya I guess, wallahu 'alam" 

N:"why mama?"

Me:"because most likely I am dead by then, what it means, Allah takes me back to meet Him"

N:"and go to Jannah?"

Me:" ุงู† ุดุงุกٓ ุงู„ู„ู‡, I pray and hope so"

N:"then, all people who go to Jannah will be very old like you, mama?"

Me:"well not really, Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰ promises that everyone who enter Jannah will be young again"

N:" ow "


ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ 

I found this conversation fascinating since It actually remind me of Hadith when the prophet Muhammad ๏ทบ jokes with the old woman.

Hasan Basri (Allah be pleased with him) says that an old woman came to Rasoolullah (Allah bless him and give him peace) and made a request, O’ Messenger of Allah make Dua that Allah grants me entrance into Jannah. Rasoolullah (Allah bless him and give him peace) replied, O’ Mother, an old woman cannot enter Jannah.That woman started crying and began to leave. Rasoolullah (Allah bless him and give him peace) said, Say to the woman that one will not enter in a state of old age, but Allah will make all the women of Jannah young virgins. Allah Ta’aala says, Lo! We have created them a (new) creation and made them virgins, lovers, equal in age. (Surah Waaqi’ah, 35-37).

Hadith narrated by At tirmidhi

{Percakapan} anak dan menua

Percakapanku dengan anak pertamaku (Nusaybah 4,5 tahun) - terjemahan dari bhs Inggris 

N:"mama, kalau aku sudah seusia mama, apa aku harus punya anak juga?"

M:"hmmm, ya tergantung, Nanti Allah ngasih nggak?, kalau Nusaybah mau dan Allah ngasih ya bisa punya anak"

N:" aku ga mau punya anak!"

M:"loh kenapa??"

N:" aku ga mau dokter membuka perutku dan menjahit perutku, pasti kan sakit mama!" *sambil

Berurai airmata beneran*

M:" oh!!!" *meluk dia sambil garuk garuk kepala*


Lain waktu:

Kami punya tetangga (nenek- usianya 70an) yang hidup Sendiri dan sering sakit, keluar masuk RS. Suatu hari Nusaybah melihat sang nenek ini di bawa oleh ambulan, beliau harus berjalan ke ambulan yang di parkir di pinggir jalan, pelan dan nampak kesakitan.

Setelah kami masuk rumah dan setelah Nusaybah menyaksikan kejadian itu dia bertanya:

"Mama, apakah aku juga tua nanti?"

M:" tentu iya, semua orang mengalami proses dari kecil, muda, tua, kecuali di tengah2 proses tadi Allah mengambilnya" *kami biasa diskusi tentang akhir sebuah kehidupan, dan setelah kehidupan, dll*

N:"aku ga mau jadi tua (red: menua) mama, karena aku ga mau seperti Christine (nama tetangga kami), aku ga mau sakit sakitan dan masuk RS"

M:"tapi tidak semua orang Tua akan sakit, Nusaybah.. Coba lihat kakung, biya (panggilan Nusaybah untuk pamanku), mereka berusia tua tapi tidak sakit" ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† 

N:"pokoknya aku ga mau tua (grow Old)!"

M:"ya minta sama Allah supaya bisa tetap sehat"

Nusaybah sudah kembali bermain tanpa komentar 


Semoga Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰ selalu

Melindungimu, Nak!

Tuesday, 6 May 2014

Cara hebat Sayyidina Ummar Bin khathab menghadapi ujian hidup

Adalah Umar bin Khattab yang layak ditiru dalam cara menghadapi musibah. Di dalam buku "Ketika Merasa Allah Tidak Adil" dicantumkan ihwal trik Umar bin Khattab bangkit dari musibah. Setiap kali ia mendapati musibah, sebanyak empat kali mengucapkan kata "hamdalah". Aneh, bukan? Sejatinya, inilah trik untuk bangkit dari musibah yang menghimpit diri.

1. Hamdalah pertama dimaknai oleh Umar bin Khattab sebagai rasa syukur bahwa Allah tidak menurunkan musibah yang lebih berat dan lebih dahsyat dari apa yang dialaminya. Hamdalah ini menunjukkan, ada sedikit cerita sedih yang awal terlintas di dalam diri Umar bin Khattab. Namun, rasa syukurnya jauh lebih lama bersamanya.

Ia yakin, bahwa musibah yang dilaluinya sudah terjadi dan tidak mungkin diubah lagi. Jadi lebih baik bersyukur kepda Allah, karena dalam menghadipi musibah ini masih bisa tegar, masih bisa menghirup udara dan masih bisa meraih hidup yang bahagia. Musibah pasti akan berlalu seiring dengan waktu demi waktu yang dilalui.

2. Hamdalah kedua dimaknai oleh Umar bin Khattab sebagai bukti syukurnya bahwa Allah tidak menimpakan musibah pada agamanya. Karena jika mengenai agamanya, hal itu jauh lebih berbahaya. Adakah cerita sedih di hamdalah keduanya? Tetap saja, ada. Namun ia segera mengiringinya dengan syukur. Karena tidak mengenai agamanya.

Jika musibah yang mampu membuat cerita sedihnya tersebut mengenai agama sungguh sangat menyedihkan. Misalnya saja, ia tidak lagi taat kepada Allah. Maka hal ini bisa sangat berbahaya. Ia bakal mengalami mati dengan su-ul khatimah (mati dalam kondisi buruk dalam pandangan agama Islam). Setelah itu akan mengalami siksa kubur, karena matinya saja sudah dalam kondisi buruk. Kemudian di persidangan Allah atau hari hisab, ternyata dosanya lebih banyak dari pahalanya. Sungguh, ini musibah yang jauh lebih besar dari musibah yang dihadapi di dunia ini.

3. Hamdalah ketiga dimaknai oleh Umar bin Khattab sebagai memelihara kesabaran, karena Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang bersabar. Umar masih memiliki cerita sedih ketika ditimpa musibah, tapi ia bersyukur karena Allah masih memberikannya kesabaran. Ia tidak protes kepada Allah. Ia tidak menilai Allah tidak adil dengan musibah yang dihadapinya.

Kesyukuran Umar bin Khattab karena masih bisa bersabar menjadikannya cepat bangkit dari musibah yang dihadapi. Ia yakin bahwa Allah akan menggantikan yang lebih baik. Jika pun tidak, Allah akan menjanjikan surga yang tidak ada bandingannya. Surga adalah incaran setiap insan beriman. Surga jauh lebih berharga dari dunia dan isinya.

4. Hamdalah keempat dimaknai oleh Umar bin Khattab sebagai rasa syukurnya karena Allah bakal memberikan nikmat yang baru sebagai ganti dari nikmat yang lama. Artinya, kesyukuran yang keempat dipandang oleh Umar bin Khattab akan ada episode nikmat baru yang dihadirkan Allah. Musibah yang datang adalah limit akhir dari nikmat yang pernah didapatkannya.

Dengan hadirnya musibah tersebut, berarti Allah akan menghadirkan nikmat baru yang mungkin belum pernah didapatkannya. Sungguh ini selaras dengan firman Allah Swt.," Jika kamu bersyukur atas nikmat-Ku, maka akan Aku tambah. Namun jika kau kufur, niscaya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)

Sungguh, musibah yang datang menghampiri pasti membawa cerita sedih, namun jangan sampai kesedihan tersebut membuat kita tak lagi memiliki semangat hidup. Ingat! Semua yang dimiliki di dunia ini memiliki limit dari Allah Swt. Jika tidak ditinggalkan, maka kita yang bakal meninggalkannya.