Thursday, 30 June 2011

Teladan Supir taksi di Mesir

Satu kata: SUBHANALLAH! sungguh fakta berikut mampu mengikis habis orang2 yang mengatakan bahwa Ummat Islam tidak mungkin bangkit atau kebangkitan Islam adalah utopia. Ini bukti nyata bahwa masih ada kebaikan dan kebagusan dalam diri Ummat. Hanya orang2 yang berilmu Islam sajalah yang kadang menyia nyiakan potensi ummat yang dahsyat ini.
Jadi terdorong dan terinspirasi lebih untuk lebih belajar dan berusaha keras bersama membangun diri, ummat dan masyarakat
------------------------------
Hari itu seorang Mahasiswa Indonesia di Mesir pergi ke PUSKIN (Pusat Kebudayaan Indonesia). Karena dikejar waktu ia terpaksa naik taksi. Ketika dalam perjalanan, azan shalat Ashar berkumandang dari menara-menara masjid Kairo. Tanpa diduga, Sopir taksi itu minta izin berhenti sebentar untuk ikut shalat jamaah di Masjid. Tetapi karena merasa terburu-buru, pelajar Indonesia itu menolak untuk berhenti.
Sopir taksi yang tergolong masih muda dan bercelana Levis itu kelihatan kesal sekali. Disetelanya keras-keras suara azan di radio taksinya. Tidak hanya itu, ia mengebut-ngebutkan taksinya dengan kecepatan yang tinggi, membuat Mahasiswa itu sedikit takut. Namun ia merasa tenang setelah mendengar ucapan unik dari mulut Sopir taksi itu. Ia berkata, “Kalau bukan shalat Ashar dan Subuh sih tidak apa-apa?” katanya.
Sepertinya ia memang terbiasa shalat jamaah di masjid. Terutama shalat Ashar dan Subuh. Setelah mengatakan itu, ia mengangkat suaranya dengan hanya satu kalimat kemudian diam. Anda tahu apa bunyi kalimat itu? Kalimat itu adalah sebaris syair lagu milik Syaikh Musyari Rasyid yang berbunyi. “Inna Shalâtî mâ ukhallîhâ.” (Sungguh shalatku takkan pernah aku tingalkan).
Hari kedua, pelajar yang sama menyetop taksi untuk pergi ke kampus Al-Azhar. Sebelum naik taksi, pelajar itu terlibat tawar menawar harga dengan sopir taksi tersebut. Maklum saja, taksi-taksi di Kairo rata-rata adalah taksi tua, model taksi tahun tujuh puluhan, mirip taksi-taksi di film India. Tentunya bukan kelas argo, karena tarif ongkos bisa ditawar-tawar. “Saya mau bayar yang penting tidak lebih dari 10 Pound”, kata Mahasiswa itu. Masyi (OK) kata sopir taksi itu.
Mahasiswa itu pun naik. Tetapi anehnya, selama di perjalanan, sopir taksi itu keliahtan marah-marah, seakan tidak setuju dengan ongkos yang telah disepakati. Ia kebut-kebut taksinya yang sudah reot itu. Napasnya tersengal-sengal seperti menahan amarah. Kepalanya tak henti-henti menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia ambil sebatang rokok kemudian menyalakannya. Namun tidak berberapa lama ia menghisapnya, rokok itu ia buang, kemudian ngebut lagi. Mahasiswa itu menjadi merasa tidak enak. “Kalau orang ini tidak mau dibayar dengan 10 Pound, mengapa ia menyuruh saya naik?” Gerutunya di dalam hati.
Ketika sampai di dekat Madinatul Bu`ûts (Asrama mahasiswa luar negeri milik Univ. Al-Azhar), sopir taksi itu tiba-tiba bertanya kepada Mahasiswa itu dengan lemah lembut, “Nama Anda siapa?” Dengan perasaan keheranan pelajar itu memberitahukan namanya. Setelah itu ia bertanya kepada sopir itu, “Mengapa tadi anda terlihat gelisah sekali, seperti orang sedang menahan amarah?” Anda tahu apa jawaban sopir taksi itu? “Doakanlah saya! Doakanlah saya! Doakanlah saya!” katanya dengan suara agak keras. “Ya, tapi kenapa?” Tanya Mahasiswa itu lagi. “Doakan saya biar Allah membuang dunia dari hati saya ini.” “Memangnya kenapa?” Tanya pelajar itu keheranan. “Saya tadi sangat menyesal dan memarahi diri saya yang telah menanyakan kepada anda, “Mau bayar berapa?!!” Seharusnya saya tidak perlu menanyakan hal itu. Anda di sini jauh-jauh datang dari negeri anda, meninggalkan keluarga, ayah dan ibu untuk menuntut ilmu. Anda lebih baik dari semua orang di Mesir ini. Maka doakanlah saya agar Allah membuang dunia yang ada di dalam hati saya ini.” Katanya haru. Sesampai di Kampus, sopir itu tidak mau dibayar. Mahasiswa itu memaksa, namun ia tetap tidak mau dibayar.
Hari ketiga, Mahasiswa yang tadi juga, bersama seorang temannya hendak pergi menemuai Dr. Ragib as-Sirjâni di Pusat Studi Pradaban, di Kairo. Supaya cepat sampai tujuan, Mahasiswa itu naik taksi. Di tengah perjalanan, sopir taksi itu mengeluhkan kesibukan dan kesulitan hidup yang ia hadapi kepada kedua mahasiswa tersebut. Ia bercerita bahwa ia sangat sibuk sehingga tidak punya kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Setiap hari ia harus pergi pagi pulang malam untuk mencari nafkah bagi anak dan istri. Sehingga ia terpaksa mengulang hafalan Al-Qurannya di dalam Taksi tua yang ia kemudi. Ternyata sopir itu telah menghafal Al-Quran 30 Juz. Semenjak pagi itu, ia telah mengulang sebanyak 11 Juz di dalam taksinya. Ia bertanya kepada kedua mahasiswa penumpangnya, “Adakah di antara kalian yang hafal Al-Quran?” “Saya tidak hafal Al-Quran, tetapi ini ada teman saya yang hafal.” Jawab Mahasiswa tadi sambil menunjuk kepada temannya yang memang telah hafal Al-Quran. Sopir taksi itu berkata, “Tolong Anda simak! Saya akan membaca surat Yunus dari awal sampai akhir.” Jadi, selama perjalanan itu, kedua mahasiswa tadi khsuyuk mendengarkan seorang sopir yang mengulang hafalan surat Yunus di dalam taksinya.
Indah… sungguh pengalaman yang sangat indah! Sebuah pengalaman yang sangat kita harapkan bisa terjadi di Negara kita. Sopir-sopir taksi dan bis, tentara, polisi dan satpam, pejabat-pejabat Negara, para pedagang dan pengusaha, mahasiswa, dan semua elemen masyarakat berlaku seperti mereka-mereka itu. Hal ini bukan hal yang mustahil, jika kecintaan terhadap Al-Quran kita bina sejak dini kepada anak-anak kita.
Tetapi tentunya, sebelum membina dan mendidik anak-anak kita dengan hal itu, binalah terlebih dahulu diri sendiri untuk mencintai dan mengagungkan Al-Quran, dengan rajin membacanya dan menghafalnya, mempelajari isi kandungannya serta mengamalkan ajarannya. Wallâhu a`lâ wa a`lam. (SINAI)

Monday, 20 June 2011

Untuk Sahabatku Terkasih - Nur -

Februari adalah salah satu bulan sedih bagiku, bulan itu adalah bulan dimana ibundaku tiada (tahun 2004) dan di bulan itu pula seorang shahabat terbaikku telah di panggil Allah di usianya yang masih muda (tahun 2011). Dialah Khansa Nur Azizah! namanya banyak kusebut sebut di awal2 postingan blog ini (tahun 2006-an). Nur meninggalkan 2 permata hati bernama Dhea dan Fa. Kesedihanku berlangsung berhari hari, bahkan selama berminggu minggu. Hampir2 aku tidak percaya kalau dia telah tiada. Meski kami jauh, namun hati kita terpaut kuat dan selalu merasa dekat.
Kami di pertemukan oleh media chat room Mirc. Jaman tahun 2000 -an aku gandrung sekali dengan chat room #islam dan #khilafah. Disana aku banyak bertemu akhwat pejuang syariah dari berbagai daerah di Indonesia termasuk bogor, tangerang dan bahkan dari Inggris. Akhirnya banyak dari mereka yang menjadi shahabat dekatku meski banyak juga yang hilang di tengah jalan.
Nur adalah satu satunya orang yang paling dekat di antara cyber friend I have ever had! kita cocok satu sama lain. Setelah chat pertama kami, kami bertukar email dan nomer HP dan sejak saat itu Nur tidak pernah lalai untuk sekedar sms atau misscall bahkan tak jarang dia menelponku dari Bogor (krn kebetulan dia kuliah di IPB dan aku Kuliah di Unair Surabaya). Jarak yang jauh tidak menjadi masalah buat kami. Sepertinya justru jarak itulah yang membuat hubungan kami spesial. Bisa dibilang Nur lah yang banyak menelponku, sedang aku berkutat saja dengan dakwah dan kuliahku waktu itu. Itulah kenapa saat dia pergi, aku sangat merasa kehilangan dan sangat menyesal dan merasa bersalah karena dia lah yang selalu berusaha keras maintain our relationship. sedang aku? merespon saja...meski kadang aku juga berusaha tapi tidak sebanyak dan sehebat usaha Nur. Dia rela memotong uang sakunya untuk membeli pulsa demi mendengar suaraku. Menuliskan kisah ini pun air mata ini masih menetes. Dia benar benar teman setia. Semoga kesetiaan dan kecintaan dia karena Allah menjadikan dia salah seorang hamba Allah yang kelak DIA naungi di hari tidak ada naungan kecuali milik DIA.
Ketika Nur tahu aku akan pindah ke Inggris dia merasa sedih, sudahlah Surabaya - bogor jauh eh ini malah mau ke Inggris. Tapi Nur adalah orang yang tidak pernah bernegative thinking terhadap apapun yang tejadi. Dia menyemangatiku bahwa meski jauh, kita telah terbukti mampu memiliki kedekatan yang luar biasa, jadi jarak tidak akn menjadi masalah, tuturnya. Hanya saja ongkosnya akan lebih berat dan lebih banyak, dia bilang kemungkinan besar dia tidak akan bisa mengontakku sesering dulu. Aku jelas sangat bisa memahaminya. Dunia serasa sempit ketika internet terhubungkan, dan aku berharap internet inilah yang nantinya akan menjadi media kami.
Tahun 2004, Nur juga yang mendampingi aku untuk wawancara di British Embassy di Jakarta. Dengan membawa bayi mungilnya Dhea, dia bersedia menunggu di mushola embassy yang panas. Setia dia menunggu dan mendoakanku dan akhirnya aku dapat visa entry clearance ke Inggris. Kami berangkulan dan menangis bersama sama, menangis karena nantinya kami harus terpisah jauh sekali, menangis karena akhirnya aku bisa re-unite dengan suamiku.
Oktober 2004, adalah hari keberangkatanku, dari surabaya aku diantar teman2 baikku....hari yang begitu berat, saat yang begitu pilu namun aku tahu bahwa hidup baruku ada di Inggris.
Sesampainya aku di Inggris, nur pun masih setia dengan email emailnya. Dengan setia dia menunggu aku online di YM, malam hari, pagi hari, subuh, tengah malam, tidak menjadi masalah bagi dia. Sekali aku meminta dia Online, dia akan sigap menjawabnya. Sedang aku? terlalu banyak excuse dan alasan, lagi sibuk lah, lagi mau keluar lah, lagi masak lah, dll....ya Allah sedih dan menyesal rasanya jika ingat saat2 itu.
Nur .....dia yang dengan usaha kerasnya ingin selalu keep in touch denganku meminta suaminya untuk bisa connect internet. Akhirnya dia bisa akses internet di rumah, untuk apa? supaya bisa lebih sering kontak dengaku, apa responku? sama saja. yah! menulis ini saja sudah membuatku muak terhadap diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku buta terhadap pengorbanan yang telah Nur lakukan untukku? ya Allah ampuni hamba!
5 bulanan sebelum kepergian Nur, dia mengungkapkan bahwa perut dia semakin besar dan berat, badan semakin kurus dan capek sekali. DEG! aku khawatir dia menderita ascites. Aku sarankan USG dan hasilnya persis spt yang aku pikirkan. Remuk redam perasaanku saat mendengarnya karena ascites hampir bisa dibilang end stage dari sebuah penyakit, apapun itu. Underlying disease nya belum nur ketahui dan beberapa hari kemudian sang dokter memvonis dia menderita sakit yang aku khawatirkan. Ya Allah! aku ingin mengungkapkan fakta yang sebenarnya kepada nur, tapi mungkinkah itu? mungkinkah aku sampaikan kepada nur ku sayang bahwa dia menderita penyakit yang belum ada obatnya dan sifatnya progressive serta berakhir dengan kematian? sanggupkah aku? Tidak! aku masih berharap bahwa dokter salah men-diagnosa, aku masih berharap ada mukjizat yang membuat nur lebih baik.
Beberapa kali nur di rawat di RS, berkali kali, aku mencoba menelpon dia untuk memberi semangat. Kadang bisa nyambung, kadang nggak. Suara Nur pun nyaris sama dengan suara dia sebelum sakit, penuh semangat dan penuh canda tawa....Aku sadar kondisi nur memburuk ketika setelah 10 menit-an kami mengobrol, nafas dia tersengal sengal, ada kesan capek, lemah dan harus dipaksakan untuk mengobrol. Aku sudahi obrolan itu dan berjanji menelpon kembali. Aku masih ingat ketika dia sampaikan bahwa telponku dari Inggris memberikan dia banyak semangat untuk sembuh. Meski pernah dia sampaikan juga rasa bersalahnya kepadaku karena dia tidak lagi mampu merawat suami dan kedua putrinya. Bagaimana mungkin dia bisa merawat mereka, untuk merawat dirinya sendiri saja dia sudah tidak mampu. Ketika itu, sang ibu lah yang memandikan dan merawat dia.
2 minggu sebelum kepergian Nur, adalah kali terakhir aku mendengar suaranya.....lemas dan capek. Dia pun mengungkapkan bahwa dia sudah capek, dia pasrah dan dia menyerah. Aku menangis mendengarnya.....aku tidak sanggup membayangkan kondisi nur yang sebenarnya. Aku tahu nur adalah wanita kuat dan tangguh, jika dia berkata demikian pastilah kondisinya sudah sangat parah. Aku tetap usahakan agar dia tetap berpositif thinking. Dia pun bilang akan berusaha. Aku janjikan untuk lebih sering menelponnya, namun nyatanya tidak aku lakukan. Aku bimbang antara pilhan bahwa jika aku menelpon Nur, dia akan capek dan terpaksa mengobrol denganku karena dia tidak mau mengecewakanku namun dia akan senang mendengar suaraku, atau lebih baik tidak menelpon dia supaya dia bisa beristirahat total. Aku pilih pilihan kedua meski akhirnya aku menyesal.
Sehari sebelum kepergiannya, aku mendengar kabar bahwa Nur sudah mengigau. Dalam hati aku pun masih berharap bahwa kondisi nur masih bisa kembali pulih, I was in denial tapi ternyata Allah berkehendak lain. Esok harinya jam 3 pagi Nur dipanggil oleh Allah Subhanahu wata'ala.
Ya ukhti Nur
meski ragamu sudah tiada namun kehadiranmu akan selalu ada di hatiku
meski suaramu sudah tidak lagi mampu aku dengar namun memori percakapan kita akan selalu terngiang di telingaku.
Semoga Allah menempatkanmu di Surga tertinggi dan semoga Allah menyatukan kita di Jannah-Nya sehingga pertemanan kita tidak lagi long distance namun kita bisa menghabiskan waktu kita bersama sama selama lamanya. Alahumma Amin!
*untuk sahabat terkasihku 'Khansa Nur Azizah' dari yang selalu mengasihimu 'Fa'*
-------------------------------------
Khatimah:
Peliharalah pertemanan karena Allah selagi mereka masih ada, Ungkapkan bahwa kita menyayangi mereka.
Pertemanan Karena Allah dirincikan dalam AHadith berikut:
Disunahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah
  • untuk mengabari dan memberitahukan cintanya kepadanya.
Nabi saw. bersabda:
Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
  • mendoakan dan meminta doa dari saudaranya . Nabi saw. bersabda:
Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).
Umar bin Khatab berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda: “Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
  • mengunjungi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)
  • Senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan kesusahannya.
Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat.
  • menemui orang yang dicintai dengan menampakan perkara yang disukainya untuk menggembirakannya dan dengan wajah yang berseri-seri.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab As-Shagir Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang menemui saudaranya yang muslim dengan menampakan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepadanya di Hari Kiamat.
Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walau sekedar bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (HR. Muslim).
  • memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya.
Rasulullah saw bersabda:
Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).
Rasulullah saw. pernah menerima hadiah dan membalasnya. (HR. Bukhari)
Termasuk memberikan balasan hadiah yang setimpal adalah jika seorang muslim mengatakan kepada saudaranya, “Jazakallah Khairan”, artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Tirmidzi meriwayatkan dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa diberi kebaikan kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, “Jazakallah Khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan pujian yang sangat baik.
  • Harus berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepadanya.
Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa bersyukur kepada orang, maka ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah sama dengan bersyukur. Dan tidak membicarakan kenikmatan berarti mengingkari nikmat. Berjamaah adalah rahmat, bercerai berai adalah adzab.
  • Disunahkan membela saudaranya untuk mendapatkan kemanfaatan dari suatu kebaikan atau untuk memberikan kemudahan dari suatu kesulitan.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. jika didatangi peminta-minta, maka beliau suka berkata:
Belalah ia maka kalian akan diberikan pahala. Dan Allah akan memutuskan dengan lisan nabi-Nya perkara yang ia kehendaki. (HR. Bukhari).
  • Wajib menerima permintaan maaf dari saudaranya.
Diriwayatkan Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang mengajukan permintaan maaf kepada saudaranya dengan suatu alasan tapi ia tidak menerimanya, maka ia akan mendapat kesalahan seperti kesalahan pemungut pajak.
  • Wajib menjaga rahasia seorang muslim.
Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah.
  • Wajib memberi nasihat.
Imam Muslim telah mentakhrij dari Abu Hurairah ra., ia berkata; sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Dikatakan, “Apa yang enam itu, Ya Rasulallah?” Rasul saw. bersabda, “Apabila engkau bertemu dengan saudara muslim yang lain, maka ucapkan salam kepadanya; Apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; Apabila ia meminta nasihat kepadamu, maka berikanlah nasihat kepadanya; Apabila ia bersin dan mengucapkan al hamdu lillah, maka ucapkanlah yarhamukallah; Apabila ia sakit maka tengoklah; Apabila ia meninggal dunia, maka hantarkanlah sampai ke kuburnya.”

Thursday, 16 June 2011

Global Khilafah conference (Indonesia, Malaysia, USA, Australia and Britain)

Join the global Ummah for Khilafah!

Imam Ahmad meriwayatkan: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ سَالِمٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy; di mana ia berkata, "Dawud bin Ibrahim al-Wasithiy telah menuturkan hadits kepadaku (Sulaiman bin Dawud al-Thayalisiy). Dan Dawud bin Ibrahim berkata, "Habib bin Salim telah meriwayatkan sebuah hadits dari Nu'man bin Basyir; dimana ia berkata, "Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, –Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi saw. Lalu, datanglah Abu Tsa'labah al-Khusyaniy seraya berkata, "Wahai Basyir bin Sa'ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, "Saya hafal khuthbah Nabi saw." Hudzaifah berkata, "Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".[HR. Imam Ahmad]
Di berbagai Kota di Indonesia

Berikut jadwal Konferensi Rajab yang dapat diikuti di kota Anda:

1. KALIMANTAN SELATAN : Stadion 17 Mei ; BANJARMASIN (Indoor) = Kamis, 2 Juni 2011 Budi : 05117326799

2. SULAWESI TENGGARA : Monumen MTQ ; KENDARI = Ahad, 12 Juni 2011 Samsul : 081341840756

3. KALIMANTAN TIMUR : GOR Segiri ; SAMARINDA = Ahad, 12 Juni 2011 Saipul : 08125823240

4. LAMPUNG : GOR Sumpah Pemuda ; BANDAR LAMPUNG = Ahad, 12 Juni 2011 Beni : 085279175042

5. KALIMANTAN TENGAH : Gedung Pertemuan Umum ; PALANGKARAYA = Ahad, 12 Juni 2011 Muhjidinur : 085249095164

6. SULAWESI TENGAH : Aula SMK 1 ; PALU = Ahad, 12 Juni 2011 Zahrudin : 085241218345

7. PAPUA BARAT, PAPUA ; Hotel Muspaqco ; JAYAPURA = Ahad, 12 Juni 2011 Yasin : 0811481291

8. Asrama Haji ; KETAPANG = Ahad, 12 Juni 2011 Asman : 081257992900

9. KEPULAUAN RIAU : GOR Indoor Tumenggung Abdul Jamal Kota ; BATAM = Ahad, 12 Juni 2011 Fuliza : 081364088811

10. SUMATERA SELATAN : Asrama Haji ; PALEMBANG = Sabtu, 18 Juni 2011 Saiful : 085264001227

11. MALUKU UTARA, MALUKU : Hotel Vellya ; TERNATE = Sabtu, 18 Juni 2011 Ngadino : 085298094886

12. JAWA TENGAH, DIY : Jogja Expo Center (JEC) ; YOGYAKARTA = Ahad, 19 Juni 2011 Farid :08175423370

13. RIAU : Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka ; PEKANBARU = Ahad, 19 Juni 2011 Edi : 081365403679

14. SUMATERA BARAT : Aula Asrama Haji ; PADANG = Ahad, 19 Juni 2011 Rozi : 081363358481

15. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : Hotel Novotel ; PANGKAL PINANG = Ahad, 19 Juni 2011 Fahrudin : 085267814660

16. BENGKULU : Gd Teater Tertutup Taman Budaya ; KOTA BENGKULU = Ahad, 19 Juni 2011 Septri : 085788725020

17. SUMATERA SELATAN : Eks Gd Bioskop Sindang ; LUBUK LINGGAU = Ahad, 19 Juni 2011 Syarif : 081271100903

18. JAMBI : Auditorium RRI Telanai Pura ; JAMBI = Ahad, 19 Juni 2011 Agus : 085266324104

19. NAD : Aula Dayan Daod ; BANDA ACEH = Ahad, 19 Juni 2011 Egi : 081320419939

20. NTT, NTB : Auditorium UNRAM ; MATARAM = Ahad, 19 Juni 2011 Nafarin : 08563723321

21. BALI, JAWA TIMUR : Delta ; SIDOARJO = Ahad, 26 Juni 2011 Rif'an : 03181455255

22. KALIMANTAN BARAT : Asrama Haji ; PONTIANAK = 26 Juni 2011 Naim : 085215937235

23. GORONTALO, SULAWESI UTARA : Gedung Juliana ; GORONTALO = Ahad, 26 Juni 2011 Yusuf : 081244046331

24. SUMATERA UTARA : Selecta ; MEDAN = Ahad, 26 Juni 2011 Amali : 081376261198

25. SULAWESI SELATAN : Celebes Covention Center ; MAKASSAR = Ahad, 26 Juni 2011 Shobron : 085242384639

26. Gedung Dharma Wanita ; LUWUK BANGGAL = Ahad, 26 Juni 2011 Muhaimin : 085217683066

27. Aula Gubernur KEPULAUAN RIAU ; TANJUNG PINANG = Ahad, 26 Juni 2011 Ramli : 081371644026

28. JAWA BARAT : Stadion Jalak Harupat ; BANDUNG = Rabu, 29 Juni 2011 Budiman : 08156259453

29. JABODETABEK, PURWAKARTA, BANTEN : Stadion Lebak Bulus ; JAKARTA = Rabu, 29 Juni 2011 Faisal Abbas : 081281111924

Di Malaysia
Next will be held in Malaysia 26th June 2011
Di USA
June, 26 at 2-5PM http://hizb-america.org/khilafah-conference-2011
United States of America
Di Australia
Followed by Khilafah conference in Australia 3rd July 2011 at Grand Westella, St Bridge, Lidcombe www.uprising2011.com
Australia
Di Inggris (UK)
International Khilafah conference in the United Kingdom Saturday 9th July Mile End
United Kingdom
=========================
Secercah Kasih Yang Terpendam
=========================
__,_._,___

Monday, 6 June 2011

Simple Note

Alhamdulillah....kerja malam ini gak repot repot banget...udah 2 bulan terakhir aku selalu kerja minggu malam.....ada enaknya sih....work-load nya gak banyak tp yah nyampe rumah ngantuk dan masih ngurus si kecil.... Oh iya untuk sementara ini, aku juga off dari FB...pingin nyantai dalam bentuk lain..sepertinya FB sudah banyak memakan waktuku..so untuk teman2 yang gak bisa lihat namaku, don't woryy...karena aku emang udah de-activate sampe entah kapan.. till then aku akan coba nulis di blog lagi..tulisan yang mungkin kadang acak adul dan kadang sedikit berbobor...hihi.. salam kangen buat semuanya...