Monday, 5 December 2011

Menghakimi seseorang dari penampakan dan pekerjaan

Assalamualaikum semuanyaaa...

wah hampir 5 bulanan deh gak ngeblog.....blog2 terakhir isinya juga copy paste dari blog lain...mohon maaf sekali...biasalah aku lebih disibukkan dengan kegiatan sebagai seorang ibu, kerja part time, kegiatan dakwah di area tinggalku dan kerjaan rumah...
saat yang sama aku juga ingin menyapa semua teman2 mayaku yang selama 6 tahun terakhir setia membaca blog ku dan 'follow' postinganku....

barusan aku baca2 postingan lama, indah juga ketika dibaca...jadi mengingatkan skenario kejadian di masa lalu...meski mungkin ada yang bosan membacanya, merasa gak mendapat manfaat atau hal2 negatif lainnya...tapi secara pribadi...I like to read again what I have written.

kali ini ingin sekali menulis tentang sebuah percakapan dengan kolegaku di RS yang membuatku merenung....ada 2 kisah yang bisa menjadi pelajaran bagiku pribadi dan oleh karenanya aku bagi disini....

Tinggal di London yang merupakan multicultural city alias kota campur sari dimana sebagian besar penduduknya adalah warga imigran benar2 membuatku harus me-reset cara pandang dan cara berfikir.
Kalo di Indonesia, seseorang yang berprofesi sebagai satpam, tukang sapu, tukang bersihin dapurnya rumah sakit, hampir hampir kita akan menyimpulkan bahwa mereka adalah orang orang yang kurang beruntung dalam hal pendidikan, oleh karenanya mereka harus menjalan profesi yang bergaji kecil seperti itu. Pada kenyataannya memang banyak yang demikian, namun semestinya tidaklah kita boleh berfikiran semacam itu. Belum tentu orang yang pekerjaannya serabutan dan bukan pekerjaan yang menuntur jenjang sekolah sebenarnya memiliki kemampuan begitu begitu saja. Ini yang aku buktikan ketika tinggal di London.

Sering kali kita menghakimi seseorang dan memberikan penghargaan/ respect terhadap seseorang berdasar pada profesi mereka. Sekarang coba bayangkan....jika kita bertemu dengan seseorang yang sedang menyapu jalan, apa reaksi kita? ah....orang ini hanya penyapu jalan, gak penting....tapi jika setelah itu dia masuk ke kampus dan ujung ujungnya kita tahu dia adalah seorang mahasiswa yang mencari uang tambahan dengan menyapu jalan...pasti rasa itu berubah menjadi kekaguman....subhanAllah.....rendah hati sekali mahasiswa ini, dll.....betul kan?

nah Pengalamanku sangat sangat mirip dengan peristiwa tadi.

Kisah si A.
Sebut saja namanya Lili.....dia asli dari Siera Lion, sebuah negara di Afrika. Dia wanita cantik berkulit hitam. Seorang domestic worker di bangsal tempat aku bekerja.....kerjaannya membersihkan area bangsal, menyiapkan makanan untuk pasien, membuang sampah2 medis dan mengepel lantai dapur, dll...
Dia seorang muslim meski tidak memakai kerudung tapi dia selalu puasa saat ramadhan. Orangnya baik hati, sangat cheerful dan sangat ramah. Suatu hari aku mendapat kesempatan untuk berbicara panjang lebar dengan dia....
Dia bercerita tentang betapa bahagianya hari itu....apa pasal? karena dia baru mendapat telpon dari OXFORD UNIVERSITY bahwa anak laki lakinya mendapat beasiswa untuk kuliah di sana jurusan Tehnik aeronatika. SubhanAllah! beasiswa berarti bebas biaya...Lily tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun untuk pendidikan tinggi anak laki lakinya....Usut punya usut ternyata dia juga memiliki anak perempuan yang juga sudah selesai kuliah dan bekerja menjadi seorang profesional. hampir 10 tahun lily bekerja menjadi domestic worker dan tiap hari dia jalani dengan penuh senyum dan bahagia. Kadang kala dia mengeluh sakit punggungnya karena terlalu banyak menanggung dan mengangkat benda berat dikarenakan tuntutan kerja, tapi apa boleh buat, semua demi menghidupi keluarganya.

Saat aku tanya apa rahasianya sehingga anak anaknya berhasil? Lily menjawabnya dengan penuh keyakinan: I invest my time for them Jawab dia!.dia kisahkan bagaimana dia berlari pontang panting untuk mencarikan buku2 pelajaran untuk anak2nya...dari satu perpus ke perpus lain, dia tidak mampu membeli tapi dia upayakan semaksimal mungkin, entah dengan membeli second hand atau pinjam ke perpus atau beli dari negeri Siera Lion yang notabene harga buku lebih murah. 
Tiap malam seusai makan malam, dia akan habiskan duduk menemani anak2nya mengerjakan PR, sang anak belajar, dia juga belajar, membaca koran dan berita2 politik. Hal lain yang aku kagumi dari lily adalah Kesadaran politik dia. Meski hanya di dapur kerjannya tapi dia orang pertama yang selalu bertanya kepadaku tentang bagaimana komen2ku berkaitan dengan peristiwa politik dunia...SubhanAllah! mulai dari kasusnya Muammar Gadafi, Obama, dll.....belum pernah aku lihat orang seantusias dia  ketika berbicara tentang masalah politik. Pasti kita berfikir untuk apa dia harus membaca berita2 spt itu? aku juga sempat tanyakan kepada lily dan jawaban dia sungguh memukau. Dia jawab:'if you don't know what's going on around the world then you won't revolve with the world. Kamu akan tertinggal, membaca membuka cakawala, membuat kita pandai dan mengerti segala hal!' ungkap Lily
jujur aku terkaget2 mendengar jawaban itu, sangat dalam dan bermakna, aku tanya kembali apakah dia dulu kuliah juga...dia jawab: Yes and I used to teach in High school backhome!'

aha! ketemu dah jawaban dari rasa penasaranku.....ternyata meski seorang domestic worker yang kerjaannya ngepel, nyapu dan cuci piring tapi dia adalah orang yang meraih pendidikan tinggi!

Khatimah: Don't judge the book by its cover! sungguh pengalaman berharga bagiku.

kisah selanjutnya disambung kapan2 yah!

Thursday, 30 June 2011

Teladan Supir taksi di Mesir

Satu kata: SUBHANALLAH! sungguh fakta berikut mampu mengikis habis orang2 yang mengatakan bahwa Ummat Islam tidak mungkin bangkit atau kebangkitan Islam adalah utopia. Ini bukti nyata bahwa masih ada kebaikan dan kebagusan dalam diri Ummat. Hanya orang2 yang berilmu Islam sajalah yang kadang menyia nyiakan potensi ummat yang dahsyat ini.
Jadi terdorong dan terinspirasi lebih untuk lebih belajar dan berusaha keras bersama membangun diri, ummat dan masyarakat
------------------------------
Hari itu seorang Mahasiswa Indonesia di Mesir pergi ke PUSKIN (Pusat Kebudayaan Indonesia). Karena dikejar waktu ia terpaksa naik taksi. Ketika dalam perjalanan, azan shalat Ashar berkumandang dari menara-menara masjid Kairo. Tanpa diduga, Sopir taksi itu minta izin berhenti sebentar untuk ikut shalat jamaah di Masjid. Tetapi karena merasa terburu-buru, pelajar Indonesia itu menolak untuk berhenti.
Sopir taksi yang tergolong masih muda dan bercelana Levis itu kelihatan kesal sekali. Disetelanya keras-keras suara azan di radio taksinya. Tidak hanya itu, ia mengebut-ngebutkan taksinya dengan kecepatan yang tinggi, membuat Mahasiswa itu sedikit takut. Namun ia merasa tenang setelah mendengar ucapan unik dari mulut Sopir taksi itu. Ia berkata, “Kalau bukan shalat Ashar dan Subuh sih tidak apa-apa?” katanya.
Sepertinya ia memang terbiasa shalat jamaah di masjid. Terutama shalat Ashar dan Subuh. Setelah mengatakan itu, ia mengangkat suaranya dengan hanya satu kalimat kemudian diam. Anda tahu apa bunyi kalimat itu? Kalimat itu adalah sebaris syair lagu milik Syaikh Musyari Rasyid yang berbunyi. “Inna Shalâtî mâ ukhallîhâ.” (Sungguh shalatku takkan pernah aku tingalkan).
Hari kedua, pelajar yang sama menyetop taksi untuk pergi ke kampus Al-Azhar. Sebelum naik taksi, pelajar itu terlibat tawar menawar harga dengan sopir taksi tersebut. Maklum saja, taksi-taksi di Kairo rata-rata adalah taksi tua, model taksi tahun tujuh puluhan, mirip taksi-taksi di film India. Tentunya bukan kelas argo, karena tarif ongkos bisa ditawar-tawar. “Saya mau bayar yang penting tidak lebih dari 10 Pound”, kata Mahasiswa itu. Masyi (OK) kata sopir taksi itu.
Mahasiswa itu pun naik. Tetapi anehnya, selama di perjalanan, sopir taksi itu keliahtan marah-marah, seakan tidak setuju dengan ongkos yang telah disepakati. Ia kebut-kebut taksinya yang sudah reot itu. Napasnya tersengal-sengal seperti menahan amarah. Kepalanya tak henti-henti menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia ambil sebatang rokok kemudian menyalakannya. Namun tidak berberapa lama ia menghisapnya, rokok itu ia buang, kemudian ngebut lagi. Mahasiswa itu menjadi merasa tidak enak. “Kalau orang ini tidak mau dibayar dengan 10 Pound, mengapa ia menyuruh saya naik?” Gerutunya di dalam hati.
Ketika sampai di dekat Madinatul Bu`ûts (Asrama mahasiswa luar negeri milik Univ. Al-Azhar), sopir taksi itu tiba-tiba bertanya kepada Mahasiswa itu dengan lemah lembut, “Nama Anda siapa?” Dengan perasaan keheranan pelajar itu memberitahukan namanya. Setelah itu ia bertanya kepada sopir itu, “Mengapa tadi anda terlihat gelisah sekali, seperti orang sedang menahan amarah?” Anda tahu apa jawaban sopir taksi itu? “Doakanlah saya! Doakanlah saya! Doakanlah saya!” katanya dengan suara agak keras. “Ya, tapi kenapa?” Tanya Mahasiswa itu lagi. “Doakan saya biar Allah membuang dunia dari hati saya ini.” “Memangnya kenapa?” Tanya pelajar itu keheranan. “Saya tadi sangat menyesal dan memarahi diri saya yang telah menanyakan kepada anda, “Mau bayar berapa?!!” Seharusnya saya tidak perlu menanyakan hal itu. Anda di sini jauh-jauh datang dari negeri anda, meninggalkan keluarga, ayah dan ibu untuk menuntut ilmu. Anda lebih baik dari semua orang di Mesir ini. Maka doakanlah saya agar Allah membuang dunia yang ada di dalam hati saya ini.” Katanya haru. Sesampai di Kampus, sopir itu tidak mau dibayar. Mahasiswa itu memaksa, namun ia tetap tidak mau dibayar.
Hari ketiga, Mahasiswa yang tadi juga, bersama seorang temannya hendak pergi menemuai Dr. Ragib as-Sirjâni di Pusat Studi Pradaban, di Kairo. Supaya cepat sampai tujuan, Mahasiswa itu naik taksi. Di tengah perjalanan, sopir taksi itu mengeluhkan kesibukan dan kesulitan hidup yang ia hadapi kepada kedua mahasiswa tersebut. Ia bercerita bahwa ia sangat sibuk sehingga tidak punya kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Setiap hari ia harus pergi pagi pulang malam untuk mencari nafkah bagi anak dan istri. Sehingga ia terpaksa mengulang hafalan Al-Qurannya di dalam Taksi tua yang ia kemudi. Ternyata sopir itu telah menghafal Al-Quran 30 Juz. Semenjak pagi itu, ia telah mengulang sebanyak 11 Juz di dalam taksinya. Ia bertanya kepada kedua mahasiswa penumpangnya, “Adakah di antara kalian yang hafal Al-Quran?” “Saya tidak hafal Al-Quran, tetapi ini ada teman saya yang hafal.” Jawab Mahasiswa tadi sambil menunjuk kepada temannya yang memang telah hafal Al-Quran. Sopir taksi itu berkata, “Tolong Anda simak! Saya akan membaca surat Yunus dari awal sampai akhir.” Jadi, selama perjalanan itu, kedua mahasiswa tadi khsuyuk mendengarkan seorang sopir yang mengulang hafalan surat Yunus di dalam taksinya.
Indah… sungguh pengalaman yang sangat indah! Sebuah pengalaman yang sangat kita harapkan bisa terjadi di Negara kita. Sopir-sopir taksi dan bis, tentara, polisi dan satpam, pejabat-pejabat Negara, para pedagang dan pengusaha, mahasiswa, dan semua elemen masyarakat berlaku seperti mereka-mereka itu. Hal ini bukan hal yang mustahil, jika kecintaan terhadap Al-Quran kita bina sejak dini kepada anak-anak kita.
Tetapi tentunya, sebelum membina dan mendidik anak-anak kita dengan hal itu, binalah terlebih dahulu diri sendiri untuk mencintai dan mengagungkan Al-Quran, dengan rajin membacanya dan menghafalnya, mempelajari isi kandungannya serta mengamalkan ajarannya. Wallâhu a`lâ wa a`lam. (SINAI)

Monday, 20 June 2011

Untuk Sahabatku Terkasih - Nur -

Februari adalah salah satu bulan sedih bagiku, bulan itu adalah bulan dimana ibundaku tiada (tahun 2004) dan di bulan itu pula seorang shahabat terbaikku telah di panggil Allah di usianya yang masih muda (tahun 2011). Dialah Khansa Nur Azizah! namanya banyak kusebut sebut di awal2 postingan blog ini (tahun 2006-an). Nur meninggalkan 2 permata hati bernama Dhea dan Fa. Kesedihanku berlangsung berhari hari, bahkan selama berminggu minggu. Hampir2 aku tidak percaya kalau dia telah tiada. Meski kami jauh, namun hati kita terpaut kuat dan selalu merasa dekat.
Kami di pertemukan oleh media chat room Mirc. Jaman tahun 2000 -an aku gandrung sekali dengan chat room #islam dan #khilafah. Disana aku banyak bertemu akhwat pejuang syariah dari berbagai daerah di Indonesia termasuk bogor, tangerang dan bahkan dari Inggris. Akhirnya banyak dari mereka yang menjadi shahabat dekatku meski banyak juga yang hilang di tengah jalan.
Nur adalah satu satunya orang yang paling dekat di antara cyber friend I have ever had! kita cocok satu sama lain. Setelah chat pertama kami, kami bertukar email dan nomer HP dan sejak saat itu Nur tidak pernah lalai untuk sekedar sms atau misscall bahkan tak jarang dia menelponku dari Bogor (krn kebetulan dia kuliah di IPB dan aku Kuliah di Unair Surabaya). Jarak yang jauh tidak menjadi masalah buat kami. Sepertinya justru jarak itulah yang membuat hubungan kami spesial. Bisa dibilang Nur lah yang banyak menelponku, sedang aku berkutat saja dengan dakwah dan kuliahku waktu itu. Itulah kenapa saat dia pergi, aku sangat merasa kehilangan dan sangat menyesal dan merasa bersalah karena dia lah yang selalu berusaha keras maintain our relationship. sedang aku? merespon saja...meski kadang aku juga berusaha tapi tidak sebanyak dan sehebat usaha Nur. Dia rela memotong uang sakunya untuk membeli pulsa demi mendengar suaraku. Menuliskan kisah ini pun air mata ini masih menetes. Dia benar benar teman setia. Semoga kesetiaan dan kecintaan dia karena Allah menjadikan dia salah seorang hamba Allah yang kelak DIA naungi di hari tidak ada naungan kecuali milik DIA.
Ketika Nur tahu aku akan pindah ke Inggris dia merasa sedih, sudahlah Surabaya - bogor jauh eh ini malah mau ke Inggris. Tapi Nur adalah orang yang tidak pernah bernegative thinking terhadap apapun yang tejadi. Dia menyemangatiku bahwa meski jauh, kita telah terbukti mampu memiliki kedekatan yang luar biasa, jadi jarak tidak akn menjadi masalah, tuturnya. Hanya saja ongkosnya akan lebih berat dan lebih banyak, dia bilang kemungkinan besar dia tidak akan bisa mengontakku sesering dulu. Aku jelas sangat bisa memahaminya. Dunia serasa sempit ketika internet terhubungkan, dan aku berharap internet inilah yang nantinya akan menjadi media kami.
Tahun 2004, Nur juga yang mendampingi aku untuk wawancara di British Embassy di Jakarta. Dengan membawa bayi mungilnya Dhea, dia bersedia menunggu di mushola embassy yang panas. Setia dia menunggu dan mendoakanku dan akhirnya aku dapat visa entry clearance ke Inggris. Kami berangkulan dan menangis bersama sama, menangis karena nantinya kami harus terpisah jauh sekali, menangis karena akhirnya aku bisa re-unite dengan suamiku.
Oktober 2004, adalah hari keberangkatanku, dari surabaya aku diantar teman2 baikku....hari yang begitu berat, saat yang begitu pilu namun aku tahu bahwa hidup baruku ada di Inggris.
Sesampainya aku di Inggris, nur pun masih setia dengan email emailnya. Dengan setia dia menunggu aku online di YM, malam hari, pagi hari, subuh, tengah malam, tidak menjadi masalah bagi dia. Sekali aku meminta dia Online, dia akan sigap menjawabnya. Sedang aku? terlalu banyak excuse dan alasan, lagi sibuk lah, lagi mau keluar lah, lagi masak lah, dll....ya Allah sedih dan menyesal rasanya jika ingat saat2 itu.
Nur .....dia yang dengan usaha kerasnya ingin selalu keep in touch denganku meminta suaminya untuk bisa connect internet. Akhirnya dia bisa akses internet di rumah, untuk apa? supaya bisa lebih sering kontak dengaku, apa responku? sama saja. yah! menulis ini saja sudah membuatku muak terhadap diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku buta terhadap pengorbanan yang telah Nur lakukan untukku? ya Allah ampuni hamba!
5 bulanan sebelum kepergian Nur, dia mengungkapkan bahwa perut dia semakin besar dan berat, badan semakin kurus dan capek sekali. DEG! aku khawatir dia menderita ascites. Aku sarankan USG dan hasilnya persis spt yang aku pikirkan. Remuk redam perasaanku saat mendengarnya karena ascites hampir bisa dibilang end stage dari sebuah penyakit, apapun itu. Underlying disease nya belum nur ketahui dan beberapa hari kemudian sang dokter memvonis dia menderita sakit yang aku khawatirkan. Ya Allah! aku ingin mengungkapkan fakta yang sebenarnya kepada nur, tapi mungkinkah itu? mungkinkah aku sampaikan kepada nur ku sayang bahwa dia menderita penyakit yang belum ada obatnya dan sifatnya progressive serta berakhir dengan kematian? sanggupkah aku? Tidak! aku masih berharap bahwa dokter salah men-diagnosa, aku masih berharap ada mukjizat yang membuat nur lebih baik.
Beberapa kali nur di rawat di RS, berkali kali, aku mencoba menelpon dia untuk memberi semangat. Kadang bisa nyambung, kadang nggak. Suara Nur pun nyaris sama dengan suara dia sebelum sakit, penuh semangat dan penuh canda tawa....Aku sadar kondisi nur memburuk ketika setelah 10 menit-an kami mengobrol, nafas dia tersengal sengal, ada kesan capek, lemah dan harus dipaksakan untuk mengobrol. Aku sudahi obrolan itu dan berjanji menelpon kembali. Aku masih ingat ketika dia sampaikan bahwa telponku dari Inggris memberikan dia banyak semangat untuk sembuh. Meski pernah dia sampaikan juga rasa bersalahnya kepadaku karena dia tidak lagi mampu merawat suami dan kedua putrinya. Bagaimana mungkin dia bisa merawat mereka, untuk merawat dirinya sendiri saja dia sudah tidak mampu. Ketika itu, sang ibu lah yang memandikan dan merawat dia.
2 minggu sebelum kepergian Nur, adalah kali terakhir aku mendengar suaranya.....lemas dan capek. Dia pun mengungkapkan bahwa dia sudah capek, dia pasrah dan dia menyerah. Aku menangis mendengarnya.....aku tidak sanggup membayangkan kondisi nur yang sebenarnya. Aku tahu nur adalah wanita kuat dan tangguh, jika dia berkata demikian pastilah kondisinya sudah sangat parah. Aku tetap usahakan agar dia tetap berpositif thinking. Dia pun bilang akan berusaha. Aku janjikan untuk lebih sering menelponnya, namun nyatanya tidak aku lakukan. Aku bimbang antara pilhan bahwa jika aku menelpon Nur, dia akan capek dan terpaksa mengobrol denganku karena dia tidak mau mengecewakanku namun dia akan senang mendengar suaraku, atau lebih baik tidak menelpon dia supaya dia bisa beristirahat total. Aku pilih pilihan kedua meski akhirnya aku menyesal.
Sehari sebelum kepergiannya, aku mendengar kabar bahwa Nur sudah mengigau. Dalam hati aku pun masih berharap bahwa kondisi nur masih bisa kembali pulih, I was in denial tapi ternyata Allah berkehendak lain. Esok harinya jam 3 pagi Nur dipanggil oleh Allah Subhanahu wata'ala.
Ya ukhti Nur
meski ragamu sudah tiada namun kehadiranmu akan selalu ada di hatiku
meski suaramu sudah tidak lagi mampu aku dengar namun memori percakapan kita akan selalu terngiang di telingaku.
Semoga Allah menempatkanmu di Surga tertinggi dan semoga Allah menyatukan kita di Jannah-Nya sehingga pertemanan kita tidak lagi long distance namun kita bisa menghabiskan waktu kita bersama sama selama lamanya. Alahumma Amin!
*untuk sahabat terkasihku 'Khansa Nur Azizah' dari yang selalu mengasihimu 'Fa'*
-------------------------------------
Khatimah:
Peliharalah pertemanan karena Allah selagi mereka masih ada, Ungkapkan bahwa kita menyayangi mereka.
Pertemanan Karena Allah dirincikan dalam AHadith berikut:
Disunahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah
  • untuk mengabari dan memberitahukan cintanya kepadanya.
Nabi saw. bersabda:
Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
  • mendoakan dan meminta doa dari saudaranya . Nabi saw. bersabda:
Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).
Umar bin Khatab berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda: “Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
  • mengunjungi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)
  • Senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan kesusahannya.
Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat.
  • menemui orang yang dicintai dengan menampakan perkara yang disukainya untuk menggembirakannya dan dengan wajah yang berseri-seri.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab As-Shagir Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang menemui saudaranya yang muslim dengan menampakan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepadanya di Hari Kiamat.
Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walau sekedar bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (HR. Muslim).
  • memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya.
Rasulullah saw bersabda:
Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).
Rasulullah saw. pernah menerima hadiah dan membalasnya. (HR. Bukhari)
Termasuk memberikan balasan hadiah yang setimpal adalah jika seorang muslim mengatakan kepada saudaranya, “Jazakallah Khairan”, artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Tirmidzi meriwayatkan dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa diberi kebaikan kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, “Jazakallah Khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan pujian yang sangat baik.
  • Harus berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepadanya.
Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa bersyukur kepada orang, maka ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah sama dengan bersyukur. Dan tidak membicarakan kenikmatan berarti mengingkari nikmat. Berjamaah adalah rahmat, bercerai berai adalah adzab.
  • Disunahkan membela saudaranya untuk mendapatkan kemanfaatan dari suatu kebaikan atau untuk memberikan kemudahan dari suatu kesulitan.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. jika didatangi peminta-minta, maka beliau suka berkata:
Belalah ia maka kalian akan diberikan pahala. Dan Allah akan memutuskan dengan lisan nabi-Nya perkara yang ia kehendaki. (HR. Bukhari).
  • Wajib menerima permintaan maaf dari saudaranya.
Diriwayatkan Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang mengajukan permintaan maaf kepada saudaranya dengan suatu alasan tapi ia tidak menerimanya, maka ia akan mendapat kesalahan seperti kesalahan pemungut pajak.
  • Wajib menjaga rahasia seorang muslim.
Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah.
  • Wajib memberi nasihat.
Imam Muslim telah mentakhrij dari Abu Hurairah ra., ia berkata; sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Dikatakan, “Apa yang enam itu, Ya Rasulallah?” Rasul saw. bersabda, “Apabila engkau bertemu dengan saudara muslim yang lain, maka ucapkan salam kepadanya; Apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; Apabila ia meminta nasihat kepadamu, maka berikanlah nasihat kepadanya; Apabila ia bersin dan mengucapkan al hamdu lillah, maka ucapkanlah yarhamukallah; Apabila ia sakit maka tengoklah; Apabila ia meninggal dunia, maka hantarkanlah sampai ke kuburnya.”

Thursday, 16 June 2011

Global Khilafah conference (Indonesia, Malaysia, USA, Australia and Britain)

Join the global Ummah for Khilafah!

Imam Ahmad meriwayatkan: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ سَالِمٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy; di mana ia berkata, "Dawud bin Ibrahim al-Wasithiy telah menuturkan hadits kepadaku (Sulaiman bin Dawud al-Thayalisiy). Dan Dawud bin Ibrahim berkata, "Habib bin Salim telah meriwayatkan sebuah hadits dari Nu'man bin Basyir; dimana ia berkata, "Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, –Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi saw. Lalu, datanglah Abu Tsa'labah al-Khusyaniy seraya berkata, "Wahai Basyir bin Sa'ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, "Saya hafal khuthbah Nabi saw." Hudzaifah berkata, "Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".[HR. Imam Ahmad]
Di berbagai Kota di Indonesia

Berikut jadwal Konferensi Rajab yang dapat diikuti di kota Anda:

1. KALIMANTAN SELATAN : Stadion 17 Mei ; BANJARMASIN (Indoor) = Kamis, 2 Juni 2011 Budi : 05117326799

2. SULAWESI TENGGARA : Monumen MTQ ; KENDARI = Ahad, 12 Juni 2011 Samsul : 081341840756

3. KALIMANTAN TIMUR : GOR Segiri ; SAMARINDA = Ahad, 12 Juni 2011 Saipul : 08125823240

4. LAMPUNG : GOR Sumpah Pemuda ; BANDAR LAMPUNG = Ahad, 12 Juni 2011 Beni : 085279175042

5. KALIMANTAN TENGAH : Gedung Pertemuan Umum ; PALANGKARAYA = Ahad, 12 Juni 2011 Muhjidinur : 085249095164

6. SULAWESI TENGAH : Aula SMK 1 ; PALU = Ahad, 12 Juni 2011 Zahrudin : 085241218345

7. PAPUA BARAT, PAPUA ; Hotel Muspaqco ; JAYAPURA = Ahad, 12 Juni 2011 Yasin : 0811481291

8. Asrama Haji ; KETAPANG = Ahad, 12 Juni 2011 Asman : 081257992900

9. KEPULAUAN RIAU : GOR Indoor Tumenggung Abdul Jamal Kota ; BATAM = Ahad, 12 Juni 2011 Fuliza : 081364088811

10. SUMATERA SELATAN : Asrama Haji ; PALEMBANG = Sabtu, 18 Juni 2011 Saiful : 085264001227

11. MALUKU UTARA, MALUKU : Hotel Vellya ; TERNATE = Sabtu, 18 Juni 2011 Ngadino : 085298094886

12. JAWA TENGAH, DIY : Jogja Expo Center (JEC) ; YOGYAKARTA = Ahad, 19 Juni 2011 Farid :08175423370

13. RIAU : Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka ; PEKANBARU = Ahad, 19 Juni 2011 Edi : 081365403679

14. SUMATERA BARAT : Aula Asrama Haji ; PADANG = Ahad, 19 Juni 2011 Rozi : 081363358481

15. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : Hotel Novotel ; PANGKAL PINANG = Ahad, 19 Juni 2011 Fahrudin : 085267814660

16. BENGKULU : Gd Teater Tertutup Taman Budaya ; KOTA BENGKULU = Ahad, 19 Juni 2011 Septri : 085788725020

17. SUMATERA SELATAN : Eks Gd Bioskop Sindang ; LUBUK LINGGAU = Ahad, 19 Juni 2011 Syarif : 081271100903

18. JAMBI : Auditorium RRI Telanai Pura ; JAMBI = Ahad, 19 Juni 2011 Agus : 085266324104

19. NAD : Aula Dayan Daod ; BANDA ACEH = Ahad, 19 Juni 2011 Egi : 081320419939

20. NTT, NTB : Auditorium UNRAM ; MATARAM = Ahad, 19 Juni 2011 Nafarin : 08563723321

21. BALI, JAWA TIMUR : Delta ; SIDOARJO = Ahad, 26 Juni 2011 Rif'an : 03181455255

22. KALIMANTAN BARAT : Asrama Haji ; PONTIANAK = 26 Juni 2011 Naim : 085215937235

23. GORONTALO, SULAWESI UTARA : Gedung Juliana ; GORONTALO = Ahad, 26 Juni 2011 Yusuf : 081244046331

24. SUMATERA UTARA : Selecta ; MEDAN = Ahad, 26 Juni 2011 Amali : 081376261198

25. SULAWESI SELATAN : Celebes Covention Center ; MAKASSAR = Ahad, 26 Juni 2011 Shobron : 085242384639

26. Gedung Dharma Wanita ; LUWUK BANGGAL = Ahad, 26 Juni 2011 Muhaimin : 085217683066

27. Aula Gubernur KEPULAUAN RIAU ; TANJUNG PINANG = Ahad, 26 Juni 2011 Ramli : 081371644026

28. JAWA BARAT : Stadion Jalak Harupat ; BANDUNG = Rabu, 29 Juni 2011 Budiman : 08156259453

29. JABODETABEK, PURWAKARTA, BANTEN : Stadion Lebak Bulus ; JAKARTA = Rabu, 29 Juni 2011 Faisal Abbas : 081281111924

Di Malaysia
Next will be held in Malaysia 26th June 2011
Di USA
June, 26 at 2-5PM http://hizb-america.org/khilafah-conference-2011
United States of America
Di Australia
Followed by Khilafah conference in Australia 3rd July 2011 at Grand Westella, St Bridge, Lidcombe www.uprising2011.com
Australia
Di Inggris (UK)
International Khilafah conference in the United Kingdom Saturday 9th July Mile End
United Kingdom
=========================
Secercah Kasih Yang Terpendam
=========================
__,_._,___

Monday, 6 June 2011

Simple Note

Alhamdulillah....kerja malam ini gak repot repot banget...udah 2 bulan terakhir aku selalu kerja minggu malam.....ada enaknya sih....work-load nya gak banyak tp yah nyampe rumah ngantuk dan masih ngurus si kecil.... Oh iya untuk sementara ini, aku juga off dari FB...pingin nyantai dalam bentuk lain..sepertinya FB sudah banyak memakan waktuku..so untuk teman2 yang gak bisa lihat namaku, don't woryy...karena aku emang udah de-activate sampe entah kapan.. till then aku akan coba nulis di blog lagi..tulisan yang mungkin kadang acak adul dan kadang sedikit berbobor...hihi.. salam kangen buat semuanya...

Monday, 16 May 2011

Materi Kajian Mutiara Online 30 april "Menjadi bidadari bumi dengan kepribadian Islami"

Bila kita cermati terdapat dua fenomena yang secsra fisik nampak pada diri manusia.Pertama, adalah fenomena performance (penampilan fisik) manusia, seperti bentuk tubuh, wajah dan pakaian.Kedua adalah fenomena yang berupa perbuatan manusia.Dari dua fenomena tersebut, orang kadang salah menilai tentang kepribadian seseorang.Banyak yang beranggapan bahwa performance adalah bentuk dari kepribadian seseorang, yaitu bagaimana postur tubuhnya, cara berjalan, cara berpakaian, pilihan konsumsi makanan dan minuman, status social dsb. Anggapan ini tidak terlepas dari pengaruh nilai-nilai barat tentang konsep kepribadian. Semakin mempengaruhi persepsi kaum muslimin dalam memandang kemuliaan dan kerendahan nilai kepribadian pada diri seseorang maupun masyarakat.Seseorang yang berpakaian ala barat, santun dalam berkata, rapi, disiplin, pemaaf, tepat waktu, dikatakan berkepribadian baik, menarik dan mulia. Meskipun ia biasa mengkonsumsi minuman keras, hidup tanpa ikatan pernikahan, memakan uang riba, dll. Contoh-contoh lain dapat dengan mudah kita temukan di tengah-tengah masyarakat.Persepsi ini diperparah dengan menjamurnya sekolah-sekolah kepribadian yang mengajarkan kepribadian baik dan mulia sesuai nilai baik dan mulia standar barat. Pengertian Syakhshiyah (Kepribadian)Kepribadian barangkali mirip sebuah energi. wujudnya sendiri adalah sesuatu yang abstrak. Orang hanya dapat menilai “dampak” yang ditimbulkannya. Disinilah titik kemungkinan orang berbeda dalam mendefinisikan makna “pribadi”.Ada yang menganggap, pribadi (kepribadian) adalah suatu sifat yang khas yang dimiliki oleh seseorang, yang dengan itu ia menjadi sosok yang khas, berbeda dari yang lainnya, Itu yang sering dikatakan sebagai watak atau karakter. Misalnya, watak keras, lemah lembut, dan kompromis. Watak, sesungguhnya tidak menunjukkan tinggi rendahnya pribadi seseorang. Orang Batak yang terkenal dengan sifat kerasnya tidak menjadi lebih rendah nilai kepribadiannya dibanding dengan orang Jawa yang lemah lembut. Watak keras Umar bin Khathab tidak menjadikannya lebih rendah dibandingkan Utsman bin Affan, yang dikenal lembut. Watak, memang lain dengan pribadi. watak adalah potensi dasar yang akan turut mewarnai pembentukkan kepribadian. Demikian juga sifat-sifat yang menonjol pada diri seseorang, semacam sifat teratur, rajin, hemat, telaten, jujur, hipokrit, pengacau, sombong dan lain-lain; tidak bisa dikatakan sebagai pribadi. Sebab sifat-sifat tersebut hasil bentukkan dari sebuah pribadi. Ini hanyalah sebuah gejala, bukan asas.Kepribadian atau dalam bahasa Arab disebut Asy-Syakhshiyyah, berasal dari kata syakhshun. Artinya orang, seseorang, atau pribadi. Kepribadian bisa diartikan jati diri seseorang (haqiiqatu asy-syakhshi). Kepribadian seseorang ditentukan oleh cara berfikir (aqliyyah), yaitu cara seseorang memikirkan sesuatu berdasarkan suatu standar tertentu atau bagaimana seseorang mengkaitkan fakta dengan informasi sebelumnya (dan sebaliknya) berdasarkan suatu standar tertentu dan cara berbuat (nafsiyah), yaitu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya Hakikat Kepribadian Bila kita cermati realita di atas, tentu hal tersebut merupakan persepsi yang keliru. Sebab yang menentukan tinggi rendahnya kepribadian seseorang bukan dari nilai-nilai fisik seseorang (cantik/tidak, kaya/miskin dsb) ataupun dari asal daerah dan sukunya (jawa, batak, sunda dll) Sebagaimana sabda Rasullulah SAW : “Sesungguhnya Allah tidak menilai atas rupamu serta harta kekayaanmu, akan tetapi dia hanya menilai hati dan amal perbuatanmu” (HR. Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) Kepribadian sebenarnya perwujudan daripola pikir (aqliyah - bagaimana seseorang berfikir –yaitu memadukan antara informasi dan fakta berdasarkan suatu kaidah tertentu. Kaidah itulah yang disebut dengan aqidah, yang akan mendasari pembentukan syakhshiyah pada seseorang.)pola jiwa/tingkah laku (Nafsiyah adalah suatu cara bagaimana seseorang memenuhi kebutuhannya yang berdasar pada kaidah tertentu)Pola pikir seseorang ditunjukkan dengan sikap, pandangan atau pemikiran yang ada pada dirinya dalam menyikapi atau menanggapi berbagai pandangan dan pemikiran tertentu. Pola pikir pada diri seseorang tentu sangat ditentukan oleh ‘nilai paling dasar’ atau ideologi yang diyakininya. Dari pola pikir inilah diketahui bagaimana sikap, pandangan atau pemikiran yang dimiliki oleh seseorang.Contoh: berbohong itu salah, kenapa? ada yang berasalan yah karena semua orang memandangnya buruk/ atau karena merugikan orang lain. Namun ada yang melihat berbohong tidak selalu buruk, semisal berbohong di medan tempur bahwa kita punya kekuatan sekian ribu tentara, berbohong untuk mendamaikan orang, berbohong untuk memunculkan rasa kasih saying diantara suami dan isteri -> pemahaman yang terakhir adalah pemikiran yg berlandas pada Syariat Islam dan tidak hanya universal value atau asas manfaat saja.Sedangkan pola tingkah laku, adalah perbuatan-perbuatan nyata yang dilakukan seseorang dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Pola tingkah laku pada diri seseorang pun sangat ditentukan oleh ‘nilai paling dasar’ atau ideologi yang diyakininya. Seseorang akan makan dan minum apa saja dalam memenuhi kebutuhan jasmaninya bila ideologi yang diyakininya membolehkan hal tersebut. Seseorang akan memenuhi naluri seksualnya dengan cara apa saja bila ideologi yang diyakininya membolehkan hal tersebut. Begitu juga sebaliknya bila ideologi yang diyakininya melarangnya.Walhasil, pola sikap dan pola tingkah laku inilah yang menentukan corak kepribadian seseorang. Dan karena pola sikap dan pola tingkah laku ini sangat ditentukan oleh nilai dasar/ideology yang diyakininya, maka corak kepribadian seseorang sangat bergantung pada ideology/aqidah yang dianutnya. Ideologi kapitalisme akan membentuk masyarakat berkepribadian kapitalisme-liberal yang serba berasaskan manfaat dan materialistic (tidak ada kata halal ataupn haram) Ideologi sosialisme akan membentuk kepribadian sosialis/komunis yang cenderung meniadakan Tuhan. Sedangkan ideology Islam seharusnya menjadikan kaum muslimin yang memeluk dan meyakininya memiliki kepribadian Islam. Pembentuk Kepribadian IslamSyakhsiyah Islamiyah terbentuk dari aqliyah Islamiyah (pola pikir Islam) dan nafsiyah Islamiyah(sikap jiwa Islami). Artinya, seseorang dikatakan memilikii syakhshiyah Islamiyah, jika dalam dirinya terbentuk aqliyah dan nafsiyah yang Islami. Dikatakan memiliki aqliyah Islamiyah, jika ia berfikir secara Islami. Setiap ide atau informasi yang ia terima, di-qiyas-kan atau distandarisasikan dengan aqidah dan pemikiran-pemikiran Islam. Dan ia dikatakan memiliki nafsiyah Islamiyah, disaat muncul kecenderungan untuk melakukan suatu perbuatan dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, ia pertimbangkan dengan landasan aqidah Islam. Tidak begitu saja lepas kontrol, atau memakai alat pertimbangan lain semisal asas manfaat/ standard masyarakat/ atau malah desireProsesnyaseseorang yang telah memiliki aqidah Islam, -tentu melalui pemahaman, bukan sekedar taqlid buta- selanjutnya akan memfungsikan aqidah itu dalam pembentukan aqliyah dan nafsiyahnya. Caranya, setiap ia mendapat ide atau informasi, ia akan mengukurnya dengan aqidah Islam. Demikian juga kala ia terdorong untuk melakukan suatu perbuatan, demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Contohya, di saat ia mendapat pemikiran, bahwa ada kebolehan membungakan uang, asalkan untuk menolong rakyat, bukan untuk menjerat leher, atau bunga pinjaman bersifat produktif, bukan konsumtif. Kemudian ia mengecek dan menstandarisasikannya dengan dalil-dalil ataunash yang ada, maka berarti ia memiliki aqliyah Islamiyah. Tapi, jika kemudian menggunakan dasar pemikiran, bahwa di situ ada keuntungan yang dapat diambil, sehingga boleh dijalankan, berarti dia berfikir tidak Islami. Jika hal-hal seperti itu menjadi kebiasaan sehari-hari, berarti ia tidak memiliki pola pikir Islam (aqliyah Islamiyah). Contoh nafsiyah Islamiyah, seseorang mempunyai potensi internal berupa dorongan seksual (dawafi’ul jinsiyah). Suatu saat gharizahnya bangkit dan menuntut pemuasan. Jika pada saat itu hukum-hukum Islam masih menjadi pertimbangan untuk melakukan suatu tindakan, maka berarti di dalam dirinya masih ada sikap jiwa Islam (nafsiyah Islamiyah). Demikian juga di saat muncul keinginan-keinginan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, di saat ia merasa lapar, haus, ingin memiliki sesuatu, ingin berkuasa, dan lain-lain. Ada atau tidaknyanafsiyah Islamiyah, ditentukan oleh ada tidaknya tindakan untuk mendasari setiap kecenderungan (al muyuul)-nya dengan Islam. Jadi, seseorang dikatakan memiliki syakhshiyah Islamiyah, jika ia memiliki aqliyah dan nafsiyah yang Islami, lepas dari kuat atau lemahnya syakhshiyah Islamiyah yang dimilikinya.Setiap orang yang berfikir atas dasar Islam dan menjadikan nafsunya tunduk di bawah aturan Islam, berarti ia memiliki syakhshiyah Islamiyah. Tetapi perlu dicatat, Islam tidak menganjurkan ummatnya memiliki kepribadian Islam yang pas-pasan. Yang dibutuhkan Islam adalah kepribadian yang tangguh, kuat aqidahnya, tinggi tingkat pemikirannya, dan taat mengerjakan ajaran-ajaran Islam, bukan pribadi yang laksana buih, mudah berubah, gampang goncang dan rapuh. Pribadi-pribad semacam ini tidak akan tahan lama. Apalagi menghadapi tantangan zaman seperti sekarang ini. Ia akan mudah lenyap ditelan masa. Metode Memperkuat Syakhshiyah IslamiyahBagaimana membentuk syakhshiyah Islamiyahyang kuat dan tangguh, atau pribadi muslim yang cerdik, cekatan, tawadhu, istiqomah dan tawakal? syakhshiyah yang sudah terbentuk, jangan dibiarkan apa adanya saja. Jangan disia-siakan apalagi dihancurkan. Pribadi harus diperkuat, ditumbuhkan dan dikembangkan. Caranya, dengan meningkatkan kualitas aqliyah dan nafsiyah Islamiyah.Kualitas aqliyah Islamiyah ditingkatkan dengan menambah perbendaharaan khasanah keilmuan Islam (tsaqofah Islamiyah). setiap muslim agar memiliki semangat mencari ilmu, kapan dan di manapun. Dengan perbendaharaan ilmu-ilmu Islam yang cukup, diharapkan ia akan mampu menangkal semua bentuk pemikiran yang merusak dan bertentangan dengan Islam. Selembut apapun pemikiran yang merusak itu, akan mampu ia tangkal. Juga dengan itu diharapkan ia akan mampu mengembangkan keilmuan Islam. Atau, jika mungkin, ia akan mencapai tingkat mujahid atau mujaddid. Allah mengajarkan doa kepada kita :“Katakanlah: Ya Rabb, tambahkanlah ilmu kepadaku” (Q.S. Thahaa: 14) Sedangkan kualitas nafsiyah Islamiyah ditingkatkan dengan melatih diri melakukan ketaatan, menjalankan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT.Islam memerintahkan setiap muslim mengerjakan amalan-amalan fardhu. Islam juga menganjurkan setiap muslim agar selalu menyuburkan amalan-amalan sunnah, menjauhi hal-hal yang makruh dan dengan sikap wara’ meninggalkan yang subhat. Islampun mengajarkan agar kita senantiasa berahlak mulia, bersikap wara’ dan qanaah agar mampu menghilangkan kecenderungan yang buruk dan bertentangan dengan islam. Jika di kerjakan semua itu, nafsiyah menjadi kuat dan mampu menolak setiap kecenderungan yang bejat dan bertentangan dengan Islam. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi : “… dan tidaklah bertaqarrub (beramal) seorang hamba-Ku dengan seseuatu yang lebih Aku sukai seperti bila ia melakukan amalan fardhu yang Aku perintahkan atasnya, kemudian hamba-Ku senantiasa bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, sehingga aku mencintainya….” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah) Juga firman Allah SWT : “Maka berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebajikan” (Q.S. Al Baqarah: 147) Rasulullah bersabda: “Bagi setiap muslim menjadi keharusan atasnya shadaqah. Abu Musa bertanya: ‘Bagaimana bila ia tidak mendapati sesuatu untuk shadaqoh?’ Rasul menjawab: ‘Ia harus berbuat dengan kedua tangannya, yang dapat mendatangkan manfaat untuk dirinya, kemudian ia bershadaqoh.’ ‘Bagaimana bila ia tak bisa berbuat begitu?’ Jawab Rasul: ‘Ia harus beramar ma’ruf dan mengajak kepada kebajikan.’ ‘Bagaimana bila ia tak kuasa melakukan hal itu?’ Rasul menjawab: ‘Menahan diri dari keburukan (berbuat buruk) adalah shadaqah’” (HR. Bukhari dari Abu Musa). Semakin tua usia, semakin meningkat kualitas pribadi yang dimiliki. Pemikiran Islamnya bertambah cemerlang, jiwanya semakin mantap, dan ia semakin dekat dengan Allah SWT. Manusia Bukan Malaikat Perlu diwaspadai adanya kekeliruan yang sering kali muncul di kalangan kaum muslimin, yaitu gambaran yang salah, bahwa sosok pribadi muslim, adalah laksana malaikat. Tak pernah salah dan suci dari segala dosa. Padahal tak akan pernah ada orang seperti itu, selain Nabi dan Rasul. Semua manusia pernah berbuat dosa. Persepsi seperti tadi bisa berbahaya. Jika ia mempunyai gambaran seperti itu, dan ia tidak menemukan orang yang sesuai dengan bayangannya di tengah masyarakat, ia akan kecewa. Apalagi di saat ia menjumpai, ternyata orang yang dikagumi selama ini toh bisa juga salah. Dengan demikian, telah jelas bahwa pembentukan syakhshiyah Islamiyah dimulai dengan penetapan aqidah Islam dalam diri seseorang, lalu difungsikan sebagai tolok ukur (miqyas) dalam setiap aktivitas berfikir dan pemenuhan kebutuhannya. Kesalahan pada manusia dapat saja terjadi. Suatu saat pemikirannya dapat terlepas dari aqidah, demikian juga kecenderungannya. Ia mungkin lalai, atau ia tidak tahu tentang soal itu. Apakah benar atau salah, halal atau haram. Allah SWT telah memperingatkan, agar kita tidak mengikuti hawa nafsu. Firman-Nya : “(Dan) janganlah kamu mengikuti hawa nafsu. Sebab ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah” (QS. Shaad: 26)“Barangsiapa yang menghukumi tidak berdasarkan ketentuan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasiq” (QS. Al Maidah: 47)“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah palingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasiq” (QS. Ash Shaaf: 5) Tampilan Khas Muslim berkepribadian Islam Allah SWT menggambarkan sosok-sosok pribadi muslim itu dalam berbagai ayat Al Quran, antara lain: “Muhammad itu Rasul Allah dan orang-orang yang bersamanya (shahabat) bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi saling berbelas kasih sesama mereka, engkau melihat mereka ruku dan sujud mengharap karunia Allah dan keridhoan-Nya. Tanda-tanda mereka nampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS. Al-Fath: 29)“Dan orang-orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang megikuti meraka dengan baik, Allah ridlo kepada mereka dan mereka pun ridlo kepada Allah” (QS. At-Taubah: 100)Begitu juga sebagaimana yang tercantum pada QS. Al-Mukminun 1-11, QS. Al-Furqon 63-74, QS. At-Taubah 89, dan lain-lain. Sifat-sifat khas pribadi muslim itu tidak ada kaitannya dengan penampilah fisik seorang mukmin. Tapi bukan berarti juga Islam mengabaikan penampilan fisik. Islam menganjurkan, agar setiap muslim memperhatikan dandanan, penampilan, pakaian, dan menggunakan wewangian seperlunya saat bergaul dengan sesama. Rasulullah bersabda : “Jika kamu mengunjungi saudara-saudaramu, maka perbaikilah kendaraanmu dan perindahlah pakaianmu, sehingga seolah kalian bagaikan tahi lalat (kesan keindahan) di antara manusia. Sesungguhnya Allah tiada menyukai hal-hal yang buruk” (HR. Abu Daud).“Suatu ketika Rasulullah saw melihat seorang lelaki yang rambutnya acak-acakan. Maka Rasulullah berseru: ‘Tidakkah ia menemukan sesuatu untuk merapikan rambutnya?’“ (HR. Imam Malik dalam “Al Muwaththo”, Ahmad dari Jabir r.a. )“Hendaklah kamu menggunakan ‘itsmad’ (sejenis celak), sebab ia bisa menjernihkan mata dan menyuburkan bulu mata” (HR. Turmudzi).Jadi, semua penampilan fisik tidak ada kaitannya dengan pembentukan syakhshiyah Islamiyah. Juga bukan merupakan sifat-sifat khas pribadi muslim, tetapi semata-mata penampilan (performance) yang memerlukan perawatan. Unsur-unsur Pelemah Syakhshiyah IslamiyahSeorang muslim adalah manusia biasa, ia bukan malaikat dan bukan iblis. Karena itu wajar jika kadang-kadang melakukan perbuatan haram, atau malas mengerjakan perintah-perintah Allah. Sekali, dua kali atau beberapa kali bisa saja itu terjadi pada dirinya, mungkin ia lalai. Bisa juga ia tidak tahu, bahwa perbuatan itu bertentangan dengan Islam dan sifat-sifat mulia seorang pribadi muslim. Atau mungkin setan telah merasuk dalam dirinya dan nafsu telah mencengkramnya, sehingga ia terjerumus dalam perbuatan dosa. Sehingga seseorang yang melakukan penyelewengan terhadap perintah dan larangan Allah, dipandang sebagai orang yang bermaksiyat kepada Allah. Di hari kiamat nanti, ia akan disiksa karena melakukan perbuatan itu atau dengan kata lain orang tersebut lemah syakhsyiyahnya. Oleh karena itu kepribadian seorang muslim tidak besifat langgeng, yang senantiasa melekat pada diri seorang muslim, karena kadang-kadang manusia khilaf, tergoda syetan atau lalai, sehingga terdapat kecacatan dalam tingkah lakunya. Memang benar bahwa manusia berbuat senantiasa sesuai dengan pemahamannya, tetapi pemahaman tidak selalu terikat dengan aqidahnya. Kadangkala pemahaman itu terlepas dari ikatan aqidahnya. Ada tiga kemungkinan yang mengakibatkan perbuatan manusia itu menyimpang dari aqidahnya.1.Pertama, manusia itu lemah, ia terkadang lengah dan melalaikan ikatan pemahaman dengan aqidahnya.2.Kedua, kadang ia tidak tahu bahwa pemahaman yang dimilikinya bertentangan dengan aqidah Islam.3.Ketiga, syetan beroperasi di hatinya sehingga ia berbuat melampaui batas, terlepas dari kontrol aqidahnya. Hal inilah yang akan memperlemah syakhsyiyyah seseorang dari sisi aqliyahnya. Sedangkan unsur pelemah dari sisi nafsiyah (tingkah laku) apabila seseorang tersebut tidak senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan banyak melakukan amalan-amalan wajib dan sunnah, menjauhi yang makruh atau pun yang syubhat dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT. Kepribadian Shahabat dan Tabi’inCiri khas syakhshiyah pada sahabat dan tabi’in berbeda-beda sesuai dengan tingkatan ilmu, aqliyah, kemampuan hafalan Al-Quran dan hadits Rasul.Abu Ubaidah bin Zarrah adalah salah seorang shahabat yang demikian teguh keimanannya. Beliau pantas menduduki jabatan khalifah, sehingga Abu Bakar sendiri pernah mencalonkannya sebagai khalifah dan menunjuknya ketika terjadi musyawarah di Tsaqifah Bani Sa’idah. Hal ini mengingat keahlian dan keamanahannya. Abu Ubaidah termasuk salah seorang shahabat yang menguasai dan hafal Al-Quran seluruhnya. Beliau mempunyai sifat amanah sehingga Rasulullah memujinya: “Sesungguhnya setiap ummat mempunyai orang yang terpercaya dan orang yang terpercaya dalam ummatku adalahAbu Ubaidah” (HR. Bukhari) Selain itu beliau memiliki sifat terpuji, lapang dada dan tawadhu’. Sangat tepatlah bila Abu Bakar mengangkatnya sebagai pengelola Baitul Maal dan pada saat yang lain beliau dipercaya sebagai komandan pasukan untuk membebaskan Syam. Di kalangan shahabat terkenal pula seorang dermawan bernama Thalhah bin Zubeir, yang oleh Rasulullah pernah dijuluki Thalhah bin Khoir (Thalhah yang baik) dalam perang Uhud. Karena kedermawanannya ia juga mendapat gelar-gelar lain yang serupa, semisal Thalhah Fayyadl (Thalhah yang pemurah) pada saat perang Dzul ‘Aisyiroh, dan Thalhah Al Juud(Thalhah yang pemurah) dalam perang Khaibar. Beliau sering menyembelih unta untuk dibagikan kepada rakyat dan selalu menyediakan air untuk kepentingan umum. Beliau tak pernah lupa menyediakan kebutuhan orang faqir yang ada di sekeliling kaumnya (bani Tim) dan selalu melunasi hutang-hutang mereka. “Setiap nabi mempunyai hawari (pendamping) dan hawariku adalah Zubeir” (HR. Ahmad dengan isnad Hasan dalam “Al Musnad” jilid I/89 dan Al Hakim “Al Mustadrak”, jilid III/462).Beliau tidak pernah absen dalam setiap peperangan sejak masa Nabi Muhammad saw hingga masa Khalifah Utsman bin Affan. Demikian tinggi semangat jihadnya dengan lapang dada beliau menjual rumahnya untuk kepentingan jihad fi sabilillah. Rupanya andil yang tidak kecil inilah yang menyebabkan Zubeir bin Awwam termasuk salah satu dari enam orang yang berhak menduduki jabatan Khalifah menjelang berakhirnya masa Umar bin Khathab. Figur lain di antara shahabat yang ditunjuk Umar sebagai calon Khalifah adalah Abdurrahman bin Auf. Beliau adalah seorang dermawan yang memberikan sebagian besar hartanya untuk kepentingan jihad fi sabilillah, Az Zuhri meriwayatkan: “Abdurrahman bin Auf menanggung seluruh ahli Madinah. Sepertiga penduduknya diberi pinjaman, sepertiga lainnya membayar pinjamannya, sedangkan sepertiga sisanya diberikan sebagai pemberian” (Lihat “Si’ar A’lam An Nubala” karangan Imam Adz Dzahabi jilid I/88).Sedangkan dalam buku Miyatul Aulia karangan Abu Naim, disebutkan bahwa Abdurrahman bin Auf telah memerdekakan 30.000 orang hamba sahaya. Selain itu, diantara yang layak menduduki jabatan Khalifah dan komandan pasukan adalah Khalid bin Said bin Ash. Beliau diangkat oleh Rasul sebagai Wali di San’a (Yaman), kemudian di masa Abu Bakar beliau diangkat sebagai komandan pasukan untuk membebaskan Syam. Sedangkan saudaranya yang bernama Abban, pada tahun 9 Hijriyah diangkat oleh Rasulullah sebagai Wali di Bahrain. Di antara shahabat yang mempunyai keahlian di bidang pemerintahan dan perancangan tata kota adalah Utbah bin Hazwan. Beliau diangkat oleh Umar bin Khaththab sebagai Wali sekaligus menata kota Bashroh.Ada pula shahabat terkenal ahli pidato adalah Tsabit bin Qois, Abdullah bin Rawabah, Hasan bin Tsabit dan Ka’ab bin Malik.Dan tidak ketinggalan, shahabat Utsman bin Affan yang terkenal dengan sifat pemalunya, sampai-sampai Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya malaikat pun merasa malu kepadanya”Shahabat Khabab bin Mudzir, terkenal dengan kecermatan pendapatnya sehingga digelari Dzir Ra’yi (intelektual).Selain itu di masa shahabat terdapat seorang shahabat yang mampu berbicara dalam seratus bahasa. Ini adalah kemampuan yang tak tertandingi oleh bangsa dan ummat yang lain hingga kini. Beliau adalah Abdullah bin Ubeir.Zaid bin Tsabit mempunyai keahlian dalam bidang qadla/kehakiman dan fatwa. Shahabat yang ahli dalam pengkajian kitab Taurat adalah Abdullah bin Amr bin Ash dan Abil Jalad Al Jauli.

Tuesday, 19 April 2011

Undangan Kajian Mutiara ONLINE 30 April 2011: "Menjadi Bidadari Bumi dengan Kepribadian Islami"

Assalamualaikum wr wb
Jumpa lagi dengan Kajian Bulanan MUTIARA - Muslimah Indonesia Antar Negara.
Dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata,
Saya bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari (surga) yang bermata jeli (Hurun 'ayn)?"
Beliau menjawab,"Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari bermata jeli, seperti apa yang tampak daripada yang tidak tampak."
Saya bertanya, "Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?"
Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kunigan, sanggulnya berupa mutiara dan sisinya terbuat dari emas.
(HR Ath-Thabarany dari Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, dari Amru bin Hisyam Al-Biruny, dari Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya Ummu Salamah.) Ibnul Qoyyim Al Jauziyah menyebutkan hadits ini di dalam bukunya Hadil Arwah/ Tamasya ke Surga.
SubhanAllah! Meski kita hanya penduduk bumi tapi ternyata ada kesempatan untuk kita menjadi lebih mulia daripada bidadari bidadari surga, apa kuncinya? terjawab dalam hadist di atas yakni ketaatan kita kepada Allah yang bisa muncul manakala kita memiliki kepribadian Islam.
Apa sih kepribadian Islam itu? Orang seperti apakah yang bisa dikatakan memiliki kepribadian Islam? Apakah langkah langkah praktis yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi Islam yang tangguh? Siapakah biadadari bidadari bumi itu? temukan jawabannya dalam Kajian Online Mutiara Bulan April ini dengan tema:
Menjadi Bidadari Bumi dengan Kepribadian Islami
Kajian akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 30 April 2011
Media : Skype (mutiara.islam) dan Radio Mutiara
Pukul : 21.00 WIB ( 16.00 CET/ 15.00 GMT/ 22.00 JST/ 08.00 PDT)
Pembicara : Yumna Umm Nusaybah (London, Inggris)
TEKNIS PELAKSANAAN
25 Peserta pertama akan di ikutkan dalam conference call di Skype. mohon daftarkan ID anda ke: mutiara.islam (sweden) dan peserta yang tidak tergabung dalam skype bisa mengikuti kajiannya melalui Radio Mutiara: http://mutiara.listen2myradio.com/
Demikian pengumuman dan sekaligus undangan yang kami sampaikan. Silahkan sebarkan dan undang saudara saudara kita dari belahan bumi mana saja.
Atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr Wb,
Panitia Kajian Online MUTIARA
Rekaman kajian sebelumnya di: http://www.mutiaraummat.multiply.com/
email: mutiara.islam2010@gmail.com
Catatan:
GMT= waktu Inggris -
CET= waktu Eropa tengah -
JST= waktu Jepang -
WIB= Waktu Indonesia Barat -
PDT= waktu America/ dan Canada
__,_._,___