Sunday, 16 May 2010

Bosan hidup di Inggris?

lagi lagi, tulisan kali ini terinspirasi oleh sebuah blog seorang indonesia yang bekerja di Inggris....di dalam blognya banyak sekali tulisan yang menurutku begitu 'terkagum kagum' dan mengagungkan Inggris dari banyak sisi...entah itu fasilitas pendidikan, kesehatan, gaji, standar hidup maupun posisinya yang strategis karena dekat dengan negeri2 eropa lainnya....

kalo ditanya, apakah hidup di Inggris hampir 6 tahun membuatku makin kerasan? jawabannya tidak....meski harus ku akui bahwa Inggris menawarkan begitu banyak kemudahan, fasilitas dan kemewahan hidup serta kenyamanan.....tapi justru karena itu aku merasa hidup di inggris bisa menguras banyak energi dan Iman yang kita miliki....orang akan begitu mudah terjerumus ke dalam pola hidup kerja..duit..beli..kerja ..duit..beli...kalau sudah kerja sekian lama belum punya rumah dengan sistem cicil (mortgage) akan nampak aneh....kalo nggak punya mobil dan gak bisa nyetir mobil nampak ndeso....dan lain sebagainya..yang jelas...hidup di negeri barat apalagi jantungnya kapitalis semacam Inggris dibutuhkan kekuatan Iman berlipat lipat dan kekuatan nafsiyah berderet deret..kenapa? karena jika tidak maka kita bisa masuk jurang cinta dunia...bisa dipahami kenapa...yah karena orang2 di sekitar kita hidupnya adalah untuk dunia....sistem kerjanya tidak mengenal kata 'ibadah' dan kontemplasi...sistem hidupnya tidak mengenal kata 'amar ma'ruf nahi munkar..lu lu gue gue istilah orang jakarta...

makanya sangat heran bin takjub aku pas baca blog orang tersebut....bukan apa apa....dia juga pindha ke inggris dengan tahun yang sama denganku tapi ternyata kesan dia tentang Inggris sangat jauh berbeda dengan kesanku...

memang awal2 tinggal di inggris sangat excited tapi hari demi hari makin nyata kebobrokannya, kasus pemerkosaan meningkat, korupsi pegawai DPR/MPR (disini namanya Member of Parlement) juga banyak, paedophilia merajalela, pembunuhan dimana mana dan juga social value sudah tidak layak disebut sebagai 'manusia'...pornografi vulgar merajalela, budaya mengumpat sudah membahana dan juga yang makin jelas adalah the war againts Islam....

Kalo dulu kita dengar, negara perancis sudah melarang pemakain kerudung/hijab di tampat2 publik maka kemarin switzerland sudah melarang pendirian menara masjid, Belgium sudah melarang pemakaian cadar di tempat umum (hukuman penjara selama seminggu) dan italia juga sedang memproses undang2 pelarangan cadar/niqab. baru baru ini Inggris juga sedang 'tergoda' untuk melarang Niqab yang dipelopori oleh UKIP serta pelarangan berbagai macam Harakah dakwah....

Sejak bom 7/7 di London tahun 2006 dulu 'hawa' di inggris makin panas...muslim kain dihimpit dan dicurigai...kalo gak mau dicurigai kita harus 'melebur' dengan mereka...seberapa dalam? of course mereka ingin kita melebur sedalam dalamnya..muslim harus mengakui british value semisal freedom, so kalo anak kita pingin buka aurat..dibawah undang2 inggris itu adalah freedom....gak boleh dilarang dan gak boleh diungkit ungkit....kalo anak kita ingin pacaran itu juga freedom mereka so sbg ortu kita gak punya hak untuk menghentikannya..pertaannya sekarang: trus sejauh mana kita bisa memagari anak anak kita? *pikirannya orang yang punya anak nih* sekuat apapun bangunan sebuah rumah tangga....maka ketika sang anak berinteraksi dengan lingkungan sosial dimana mereka tinggal maka konsep yg mungkin sudah kita bangun didalam rumah kecil kita bakal bisa dihancurkan oleh kekuatan sistem dan sosial yang melingkupi kita....

banyak orang tidak menyadari bahwa baik buruknya anak TIDAK HANYA ditentukan oleh keluarga dimana mereka dibesarkan akan tetapi juga lingkungan, sistem dan negara dimana mereka hidup. walhasil...banyak dari kita yang terperdaya dengan 'indahnya dan tertatanya' kehidupan di negeri barat...in fact, it looks great from outside but deep inside it's very fragile and corrupted.

banyak yg argue...loh kan banyak juga sekolah Islam, jangan salah..sekolah Islam pun sekarang sudah menjadi target pemerintah inggris untuk memasukkan kurikulum2 yang sangat menentang Islam...contoh, salahsatu pelajaran yg diajarkan di sekolah islam adalah citizenship....disitu diajarkan kepada anak2 bahwa muslim ataupun non muslim yang minum alkohol itu bukan orang yang buruk, mereka hanya melakukan apa yang mereka inginkan. astaghfirullah! kalo anak2 dari kecil kita ajarkan bahwa minum alkohol adalah salah dan kemudian kita kirim mereka ke islamic school dan akhirnya belajar bahwa minum alkohol itu pilihan dan gak boleh dipadang buruk then bisa dibayangkan gimana efeknya..seperti yg aku bilang..bangunan yg sudah kita tata ternyata dihancurkan oleh dunia luar...

ini adalah tulisan yang datang dari seorang yang sangat khawatir akan kualitas generasi ke depan....mohon jangan tersinggung jika ada yang tidak berkenan.....semua kembali kepada diri masing2..sejauh mana dan sebagus apa kita inginkan generasi/anak anak kita mendatang. cukupkah bagi kita agar mereka sama dengan kita atau kita ingin mereka seperti generasi para shahabat? if so then mari kita hilangkan mentalitas bahwa barat adalah contoh terbaik, barat adalah tempat terbaik, barata memiliki cara berfikir yang canggih dan sikap2 semisal yang membuat kita tidak percaya diri terhadap Islam dan kemuliannya....Al Islamu ya'lu wa yu'la 'alahi. Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya....mari kita mulai kembali kepada Islam hingga akhirnya we deserve the victory that Allah has promised us...

so apakah bisa dibilang aku udah bosan hidup di Inggris?? hmm....perhaps..and for whoever wants to move to UK or other western countries..please please think twice unless you have prepared spiritually, emotionally khususnya pemahaman Islam yang harus sudah ditangan dan Iman yang berlipat ganda biar tidak terkikis habis dan tersedot dengan apa yang ada.

*maaf curhatnya acak adul*

=========================
Secercah Kasih Yang Terpendam
=========================

Saturday, 15 May 2010

Curhat Asal asalan

Udah banyak banget sebenarnya uneg uneg di otakku yang menunggu untuk ditulis...tapi berhubung waktu di masa masaku sekarang lebih dibutuhkan buat puteri kecilku so I have to really know how to manage it...

alhamdulillah sejak jam 8.30malam tadi (sekarang jam 10.29 malam) si gendhuk Nusaybah udah terlelap tidur...gak lupa baca surah 3 Qul sambil diusap usap dan beberapa lantunan juz 'Amma...Harapanku semoga nantinya dia akan bisa hafal dengan sendirinya karena sering ku ulang ulang...

aku mulai saja tulisanku ini dengan sebuah kenangan sewaktu aku pulang kampung tahun 2008 dulu....sempet aku ketemu dengan temen seperjuangan dan kami sempet mengobrol pendek di kos-an ku yang dulu...ada komen yang membuatku berfikir dan bertanya...tentangku dan tentangnya....entah apakah dia akan membaca postinganku ini atau nggak yang jelas ini bukan untuk mengomentari komentar dia tapi hanya renungan buatku...

hari itu aku memakai jubah warna lilac dengan motif warna yang sama, sebuah bahan yang aku ingat sangat populer di kalangan para ibu2 untuk buat kebaya...bisa dibilang jenis kain kebaya lah....temenku ini sempat bilang kepadaku (kira kira): "mba ini baju tahun berapa mba? kok model bahan begini dan modelnya pun polos saja?"...serrrrrrr...aku tersenyum dan cukup kaget dengan komen ini...tersingguhkah aku? hmm...iya sikit lah *kata orang melayu*

Jujur, aku memang dulu waktu tinggal di Indonesia bisa dibilang modis dan up to date...yah mungkin karena aku masih muda (emang skrg udah tuwir??? nggak lah) tapi emang 'tuntutan' seorang mahasiswa yang begini dan begitu dan juga style busana Islami di indonesia yang tiap bulannya hampir selalu berubah, membuatku 'ingin' selalu tampil up to date....Nah ketika aku menginjakkan kaki ku di bumi inggris ini segalanya jadi berubah....aku tidak lagi merasa perlu tuk selalu up to date, aku menyukai kesederhanaan....plus kalo disini pakai jubah indonesia yang berwarna warni gitu..aku bakal nampak aneh sendiri karena rata2 teman2 disini memakai jubah warna polos dan kebanyakan warna gelap meski kalo summer mereka akan memakai warna cerah but it's very simple style and simple material (bahan)....

mungkin karena aku banyak berasosiasi dengan teman yang begitu sederhana dan nggak neko neko dalam berpakaian akhirnya aku ketularan juga....alhamdulillah! jika aku bertanya: apakah mereka mampu membeli jubah yang bagus dan berwarna warni? iya...sangat mampu..tapi subhanAllah...tak jarang dari mereka hanya punya 3 atau 4 jubah saja....namun jika acara fundaraising tiba...orang yang sama-lah yang bersadaqah ratusan poundsterling alias jutaan.....

aku tidak mengecam siapapun yang memiliki baju banyak...pun aku tidak protes kepada teman2 yang berjubah warna warni karena kondisi cuaca dan kultur di Indonesia memang membolehkan ini dan memandangnya sesuatu yang biasa....tapi jika sekarang aku pulang ke indonesia dengan jubah2 polosku, dengan jubah2 hitamku maka sangat nampak sekali aku ketinggalan jaman...bahkan mungkin di bilang aku gak 'kopen' alias gak terawat...hehe...

ah biarlah...yang penting aku tahu bahwa pilihanku untuk merubah gaya semata mata karena Allah dan memang itu lebih baik untuk negeri dimana aku tinggal...memang nampak lebih simple dan lebih murah bahkan bsia dibilanbg lebih kuno but I like it and I kindda of prefer this one now....dulu kalo lihat jubah warna pink, kuning dengan motif bunga2 ngiler banget pingin beli...tapi sekarang malah takut untuk beli....gak heran pas aku naik haji dan berada di makkah dan madinah aku dikira orang lokal (baca: TKI) dan bukan salah satu dari Hujjaj karena emang kemanapun aku pakai jubah (jilbab) polos dan gelap :).

anyway apa intinya? intinya...emang teman dan lingkungan akan berpengaruh besar kepada kita....maka pilihlah teman/kawan yang bisa mengantarkan kita ke surga...sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

so meski aku sedikit kecewa dengan komen teman lamaku tadi tapi paling nggak she noticed that I have changed....yup! kalo banyak orang berfikir bahwa setelah tinggal di London akan makin keren, makin stylish, makin waaahh dan makin yg aneh aneh....aku malah sebaliknya....friends that I have here teaching me simplicity, teaching me sincerity, selfless and generousity....jika mereka mau, mereka bisa memiliki apa saja yang mereka inginkan tapi justru mereka memilih untuk meninggalkannya dan hidup sederhana....jujur...udah 6 tahun disini, bisa dihitung berapa kali teman2 yang ku miliki berdiskusi tentang baju yang mereka pakai, latest technology or anything to do with this duniya, often I am the one who started it *such a bad of me* but seringnya mereka malah ngomongin penderitaan ummat, pengalaman berumrah yang mengesankan, pengalaman haji yg mengesankan, pengalaman berkunjung ke negeri muslim yang mengagumkan....often the talk about lessons behinds things instead of competing to be having things...and I AM FORTUNATE TO HAVE THEM!

=========================
Secercah Kasih Yang Terpendam
=========================