Sunday, 20 July 2008

Guru ngaji berijazah?

Malam itu aku ditelpon mantan murid tajweed yang kuajar 1,5 tahun yang lalu dan dia minta aku ngajar lagi....dengan sedih aku terpaksa menolaknya karena dengan kesibukanku sekarang gak mungkin lagi aku menyelipkan jadwal baru...semua sudah terlalu penuh, banyak dan melimpah ruah sampai sampai ada beberapa amanah yang harus kulepas demi kemaksimalan semua aktivitas.....

Karena aku gak bisa, akhirnya dia meminta aku mencarikan guru buat dia dan teman temannya yang ternyata telah sepakat membentuk sebuah kelompok terdiri dari 5-6 orang. aku ingat teman lamaku yang pernah belajar ke Syria....so I decided to call her and at the same time find out how she is.....

"Assalamualaikum sis" ucapku...dari seberang aku dengar suara khas mungilnya

"wa'alaikum salam warahmatullahi wabaraktuh sister, how are you? it's been a long time!" jawabnya penuh keakraban

"Alhamdulillah I am fine, and you?"

Setelah tanya kabar ini dan itu akhirnya aku sampaikan maksud utamaku dan ternyata saat ini dia sudah menjadi Tim pengajar di Institut juga yang bernama Habiba Institute...akhirnya dia sarankan supaya ex-student ku tadi mengontak institut dimana dia mengajar.

Habiba Institut sedikit berbeda dengan Tayyibun Institute dimana aku mengajar, Habiba tidak memiliki gedung resmi dan misi mereka adalah menyediakan guru guru berkualitas yang datang dari rumah ke rumah, centre ke centre, dan semuanya khusus sisters. so if there are groups of sisters want to learn Arabic language, Tajweed as well as becoming tajweed teacher, they can arrange the date and the time by themselves and then request Habiba institute teacher to provide the teacher.....

diakhir pembicaraan dan diskusi kami dia sampaikan:

"I got a good news sis!"

"Oh Alhamdulillah, what is the good news sis?" aku pun jadi penasaran

"I got my Ijazah From sheikh AL Kurdiy in Damascus, Syria!".....

"MashaAllah, Alhamdulillah sis...come one tell me how did you do it?" aku makin penasaran saja

vakhirnya dia ceritakan:

"well, I had been reciting the whole Quran in front of lebanese sisters who lives in London and have ijazah, she is one of the teacher at Habiba institute, she listened to my recitation and she taught me Al jazaariyah too, you know al jazaariyah right?"

sambil ragu aku jawab:" hm...kind of, it's a poem about Tajweed, right?"

"yes! right, have you learnt it?"

dengan sedih aku jawab: "nope sis, in Fact, I heard about Al jazaariyah when I start teaching in Institute"

dia menghiburku: "don't worry sis, You will be able to do it, it's not difficult, you just have to memorize the poem in arabic and explain it in front of the sheikh"

"So what did happen after you completed yhe recitation?" tanyaku lagi

"at first, I have to recite perfectly without mistake for the first few chapter of the Quran, and If I succeed it then I can carry on the rest of the Quran, once I completed, my teacher recommend me to go to the sheikh where She got her ijazah from, so I tarvel to Damascus for a week and there were 13 of us taken ijazah that day, 1 indonesian, 2 bengali and the rest were arabs! amazingly, there were only 4 of us passed and got the ijazah, the indonesian, bengali and only 1 arab!"

aku terheran:"seriously sis?"

"yeah, in fact the sheikh Al kurdiy said that our recitation were much better than the arabs! alhamdulillah"

"hmm....yeah, people who speak arabic are not necessarily can read Quran with the Tajweed" jawabku sok tahu...

"True sis, so what about you, when will you attain your ijaazah? I am sure you don't need a long time to get it, I can help you if you want to sis" tanya-nya

"Oh that will be great sis...inshaAllah, I will let you know and we keep in touch ok?" ujarku dengan berbunga bunga...

hari itu semangat itu semakin membara, semangat untuk bisa travelling ke negeri timur tengah dan belajar segala macam ilmu Islam dari sana....

semalam di acara Mehndi aku juga ketemu seorang teman, indian origin, mereka baru saja pulang dari san'a- Yaman. dia juga pernah travelling ke Palestina, Indonesia dan juga syria...mashaAllah, dalam waktu 7-8 bulan she can converse in Arabic!

sebulan yang lalu teman dari Syria juga sedang pulkam ke London, I haven't got the chance to see her yet but from the story I have heard, now her 2 boys think and speak in arabic! so mereka master English and arabic......

terakhir, Russian brother (temen suami) juga akan menghabiskan satu tahun belajar tajweed dan arabic language di Alexandria - Mesir......

Jujur, belajar ke timur tengah memang menjadi tren di Inggris, bisa dikatakan kalau kita seorang guru ngaji dan belum pernah belajar dari timur tengah, beberapa orang 'sedikit' meragukan kemampuan kita......dan Ijazah bagi pengajar tajweed memang bukan sebuah syarat tapi menjadi preference dimanapun kita mengajar.

Aku pun baru tahu tentang Ijazah dan proses mendapatkannya ketika aku sudah berada di Inggris....

Ijazah adalah sebuah sertifikat yang berisi chain alias mata rantai mulai dari orang yang mendapat ijazah di runtut terus ke atas akan sampai kepada Rasulullah SAW. seperti diketahui cara Rasulullah mengecek Bacaan Quran shahabat beliau adalah dengan mendengarkannya dari mereka, sedang bacaan beliau di dengarkan oleh Malaikat jibril.

jadi Orang yang mendapat ijazah dari seorang sheikh bermakna bacaan mereka telah di cek oleh orang yang punya kredibilitas dan kemapuan membaca seperti bacaannya Rasulullah SAW. dan ijazah yang mereka terima sebenarnya lebih kepada Oral agreement bahwa yang bersangkutan telah membaca Quran persis seperti cara Rasulullah SAW membaca, meski juga ada bukti kertas lebar dan panjang yang berisi list nama dari gurunya, gurunya guru dst hingga ke Rasulullah muhammad SAW. Orang yang berijazah bisa memberikan ijazah kepada orang lain atau mengecek bacaan orang lain jika mereka ingin dapat ijazah juga....mbulet gak???

so...ayo ayo semangat cari ijazah....

Friday, 4 July 2008

Short Conversation with him

Siang hari di RS, ada seorang laki laki domestic worker (bagian bersih bersih) berusia 30-an dengan tiba tiba bersuara ketika aku lewat di depannya.

"Afternoon...." sapanya....kujawab sambil lalu: "afternoon..." tapi tiba tiba ada yang menghentikan langkah kakiku.

"I like your dress! it's unique" katanya sambil berhenti sejenak dari pekerjaannya.

Deg!!! aku menoleh sambil bengong...tak tahu apa yang harus aku katakan,meski ini bukan komen pertama yang aku peroleh tapi biasanya komen itu datang dari kolega perempuan...nah yang ini laki laki...akhirnya aku cuma bilang: "thank you, this is muslim female uniform, perhaps that's why it looks a bit different from what you have been seen from other staff so far" jawabku ala kadarnya

ku kira percakapanku berhenti sampai di situ, ternyata dia bertanya lagi: "so are you muslim?"

"yes, I am!" jawabku mantap

"so why are you wearing that kind of dress?" belum selesai kiranya rasa penasaran dia

akhirnya aku jawab juga: "well....1st it's because God told me through His words in Holy Quran that as a muslim woman I have to cover myself" jawabku sambil mencari cara yang tepat

dia kembali bertanya : "but why?? why God ask you to do so?"

waduuuh...ini nih yang susah menjelaskannya, karena urusan syariat tidak bisa kita cari cari jawaban logikanya....mana aku sedang ditengah tengah tugas lagi...tapi tetep aja ku coba menjawab: "no one knows what is the main reason except God Himself, I beleive in God and I believe that whatever God asked me to do is merely for my own goodness and no matter you can find the benefit or not, your mind can comprehend it or not, you just have to follow it. But if you want to see one of the good side of it, you know what?....covering yourself from the sun can minimize your risk to get skin cancer, but again, this is not the reason why I and other muslim woman wear long dress like this"

dia nampak bengong:"ooh really??? well..I see, so you do beleive in God yeah?"

tanpa pikir aku jawab:"yes of course I do"

"Which God?" tanya-nya

sampai disini aku bingung menjawabnya..kemana arah pertanyaan ini dan bagaimana menjawabnya...aku nekat jawab: "hmm...which one? I beleive in God and I call him Allah" uuh..bodohnya jawabanku

kemudian dia menimpali:"I beleive in God who creates you, me and this whole Universe"

dalam hati aku geram, mustinya aku jawab begitu.....tapi akhirnya aku nanya: "so what is your religion?"

perlu di ingat sodara...pertanyaan ini bisa tergolong GAK SOPAN kalau ditanyakan tanpa alasan dan tanpa pembukaan.....ini termasuk urusan pribadi dan gak boleh diutak utik. tapi aku nekat nanya karena dia udah nanya sekian banyak pertanyaan.

Dia menjawab:"I am a christian"

aku ganti nanya:"ah I see, so do you beleive Jesus is The son of God? and the whole trinity?"

dia ganti balik menjelaskan:"I beleive in God, God father, Jesus as Son of God, Holy spirit"

aku nanya lagi: "honestly, that's what I can't comprehend and understand though, how come God has a Son, so which one is THE REAL GOD?"

dari jauh keluarga pasien memanggilku........belum kudengar penuturan dia, aku harus pamit, "Sorry I have to go back to work, nice discussing with you"

dalam tempo 5 menit itu, aku mataku benar benar terbuka...aku masih gagap diskusi tentang aqidah....aku masih perlu belajar menerangkan kepada orang lain tanpa buru buru, beruntut dan berbobot...aku masih perlu belajar dan belajar......sayangnya dia laki laki..kalaulah dia perempuan I would love to discuss with her further......sayangnya waktuku pendek...

dalam hati aku juga makin pede tampil beda dengan busana muslimahku, meski banyak yang memandang aneh, tapi banyak juga yang menyukainya dan memandangnya unik! ayo para jilbaber di negeri barat....be confident!

maaf jika ada yang tidak berkenan dari postingan ini, semua hanya share ide dan pengalaman, tapi aku sangat berterima kasih sekali kalau ada yang mau bantu aku ngasih jawaban yang paling tok cer!

Wednesday, 2 July 2008

Tantang pertama kerja di Royal London Hospital

Cuaca: mendung dan breezy, but yesterday was the hottest day of the year menurut bbc weather. 27 c degrees bo!!! panasssss minta ampun....

beberapa minggu terakhir kerjaan di Rumah Sakit sangat berat, most of the patients were very ill and demanding....sampai rumah langsung ngorok dan bangun bangun badan sakit semua, mata gak mau melek dan capeknya minta ampun!

On top of that summer bikin waktu sholat kita carut marut, Isha jam 11 malam dan Fajr/subuh jam 2.30 pagi...walhasil kadang kita musti begadang demi menunggu subuh biar gak telat bangunnya...so bisa dibayangin kalau esok harinya harus kerja jam 7 pagi maka kita musti tidur paling awal 11pm then bangun jam 2.30 and then go back to sleep till 6.30am you can imagine how tiring it is....bener bener barakah-nya waktu gak berasa sama sekali..smeua serba telat, semua serba susah....waktu diaturpun juga susah.....makanya gak heran kalau bayak orang bilang West-life (bukan group musis loh yah) is not suitable for muslim's life...Now I would definately agree with it!

untuk sementara Kisah perjalanan-ku ke Istanbul di tunda sebentar..pingin cerita dikit tentang kerjaan dan beberapa tantangan menjadi pekerja Muslim di Inggris...well...mungkin pengalamanku tidak mewakili banyak orang dan gak bisa di klaim mewakili gambaran kehidupan muslim di Inggris secara umum namun bisa juga ini jadi gambaran sedikit realita tantangan menjadi Muslim di Inggris terutama London.

Beberapa minggu yang lalu aku dinas pagi (long day) mulai dari jam 8am ampe jam 8pm. Kebetulan beberapa bulan terakhir RS ku sedang menggiatkan program 'cuci tangan' alias Hand Washing untuk mencegah tersebarnya virus MRSA atau C-diff penyebab diare....nah berkaitan dengan itu Head of Nursing alias ibu ketua departement keperawatan meninjau sekian banyak bangsal dan ruangan untuk memastikan program ini terlaksana, dan pagi itu adalah giliran ward-ku.

sebagaimana aku ungkapkan di kisah kisah sebelumnya, Royal London Hospital adalah salah satu RS yang memberikan kebijakan special untuk pekerja muslimah, mereka membolehkan muslimah memakai baju panjang sampai ke mata kaki namun lengan harus diatas siku (bare below elbow policy) walhasil..saat pertama kali masuk kerja aku yakin semua kolega kaget dengan caraku berpakaian karena aku memakai baju panjang (sedikit melebihi mata kaki) dan lengan panjang hingga pergelangan tangan. Hingga hari itu, semua baik baik saja dan semua diam termasuk acting manager-ku (sementara ini posisi manager sedang kosong). but pagi itu, salah seorang sister (nama untuk posisi sangat senior dari nurse) menyampaikan bahwa Catherine Walsh, the Director of Nursing would come and check our performance, she said:" please make sure you all wash your hand properly, and perform the best care" ....untuk hal itu aku gak masalah, namun sampai tengah hari jam 11-an seorang sister menghampiriku dan bilang:

"Amee, can you fold your long sleeves please"

Deg! dadaku berdegup kencang, apa yang aku khawatirkan terjadi juga then I said:"why?"

sister: "well...you don't wanna be in trouble if Catherine come in the ward and see you wearing long sleeves, do you?"

"well, in that case, I will hide somewhere then" kataku sambil bergurau

sister:"haha...no I don't think you can do it, she will come at meal time when everyone will have to help the patients"

kemudian beberapa waktu kemudian, Catherine bener bener datang, aku melihat dia sekilas, entah dia melihatku atau nggak yang jelas aku gak memendekkan lengan bajuku, I kept as it was! bismillahi tawakkaltu 'alallah...kalau aku mencoba hanya takut kepada Allah maka Allah yang akan menolongku, that's what make me going.

sore harinya, another sister bertanya:

"did catherine see you wearing long sleeves?"

aku:" well I don't know, I saw her but I don't know if she saw me"

dia:"oh okay...well, the length of your cloth is fine, just the sleeves, if you can make it shorter that it would be good"

Aku hanya diam tak bersuara sambil menahan rasa kecewa....

padahal hari sebelumnya, senior sister yang lain bilang, lengan panjang is okay tapi panjang bajuku yang perlu dikurangi.....

Honestly, hari itu, hatiku benar benar sedih....setelah 6 bulan kerja dan gak ada masalah, akhirnya muncul juga masalah...memang sebagian besar, muslimah yang kerja sebagai nurse atau student nurse atau another heatlh professionals yang langsung kontak dengan pasien, mereka lebih memilih memendekkan lengan baju karena memang kebijakannya demikian, dengan alasan untuk mencegah infeksi. namun pada kenyataannya tidak ada formal research yang mendukung argumen ini.

ada juga salah seorang teman yang sedang belajar sebagai radiographer, dia memilih tidak memendekkan lengannya, akhirnya dia harus berhadapan dengan 'pembesar' RS. kasusnya di bawa sampai tingkat manager, dia membawa imam yang bekerja sebagai chaplain di RS yang bersangkutan dan akhirnya dengan pertolongan Allah dia diberi dispensasi untuk memakai jubah panjang dengan lengan panjang.

Memang untuk tetap istiqomah kadang butuh perjuangan yang ekstra keras, terutama di negeri ini, waktu ko-as di RS Indonesia this problem was never arosed....sungguh sedikit kita kompromi dan give up maka next time we don't know what else we will compromise.

So, ini adalah tantangan menjadi tenaga kesehatan di negeri barat yang aku yakin tidak hanya terjadi di inggris, tapi bisa juga di negeri eropa dan barat lainnya....so I would suggest for all the sisters in the non muslim country, if you want to choose this profession make sure you know the policy and how to work around it or perhaps ask a special uniform, and please please don't compromise on something that Allah has ordained for us to be followed.

wallahu 'alam.

Mohon do'a supaya saya dan seluruh muslimah dikarunia ke-istiqomahan untuk tetap practice Islam in the correct way no matter the pressure we have to face.